Blangkejeren (Waspada Aceh) – Kasus pembunuhan terhadap dr. Shanti Hastuti di Kabupaten Gayo Lues akhirnya mulai menemui titik terang. Seorang pria berinisial D yang diduga sebagai pelaku telah diamankan pihak kepolisian.
Berdasarkan informasi yang beredar pada Selasa (24/3/2026), tersangka D diketahui merupakan tetangga dekat korban. Ia mengaku melakukan aksi tersebut seorang diri dan menyebut perbuatannya dilatarbelakangi kekhilafan.
Dalam pengakuannya, pelaku masuk ke dalam rumah korban saat waktu sahur dengan cara mencongkel jendela menggunakan obeng. Ia kemudian menyusuri bagian rumah hingga menuju dapur dan kamar korban.
“Saya masuk dengan cara congkel jendela, lalu naik ke atas sampai ke dapur. Pintu kamar sedikit terbuka,” ungkap pelaku dalam video yang beredar luas di media sosial.
Saat berada di dalam rumah, korban yang terbangun langsung memergoki pelaku dan berteriak. Panik karena aksinya diketahui, pelaku kemudian mencekik korban di dalam kamar hingga tak berdaya.
Pelaku mengaku tidak menggunakan senjata tajam dalam aksinya. Setelah korban dalam kondisi sekarat, ia memastikan korban meninggal dunia sebelum akhirnya menggeledah kamar dan mengambil sejumlah barang milik korban.
Usai kejadian, pelaku sempat meninggalkan lokasi dan kembali lagi dari Kutacane untuk mengambil laptop milik korban. Sementara sepeda motor korban diambil pada hari kejadian.
Sebelumnya, jasad dr. Shanti Hastuti ditemukan di kediamannya di Desa Raklunung, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, pada Sabtu (21/3/2026). Korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, dengan kedua tangan terikat ke belakang menggunakan kabel listrik dan mulut tersumpal kain.
Diduga, korban telah meninggal dunia lebih dari 10 hari sebelum ditemukan. Jasadnya ditemukan di atas ranjang kamar lantai dua rumahnya dalam kondisi membusuk dan mengeluarkan bau menyengat.
Korban pertama kali ditemukan oleh adiknya, Saripudin Norman, yang datang untuk mengajak berziarah ke makam orang tua mereka. Namun, ia justru mendapati kakaknya sudah tidak bernyawa.
Pihak keluarga sebelumnya menduga kuat bahwa kematian korban merupakan tindak pembunuhan dan meminta aparat kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut.
Sementara itu, Tim Satreskrim Polres Gayo Lues masih terus mendalami kasus ini. (*)



