Teheran (Waspada Aceh) – Iran telah meluncurkan serangan rudal ke Tel Aviv, Israel, sebagai bentuk balasan atas kematian pejabat tinggi keamanannya, Ali Larijani, yang terbunuh akibat serangan yang diklaim oleh Israel.
Serangan ini menandai peningkatan ketegangan yang signifikan dalam konflik berkelanjutan antara kedua negara, yang juga melibatkan Amerika Serikat sebagai sekutu utama Israel.
Menurut laporan media pemerintah Iran, IRIB, pada Rabu (18/3/2026), serangan tersebut dilakukan menggunakan rudal yang membawa hulu ledak kluster. Media tersebut menegaskan bahwa langkah ini adalah tanggapan langsung atas pembunuhan Larijani yang dilakukan oleh Israel.
Hulu ledak kluster adalah jenis amunisi yang dapat pecah di udara dan menyebarkan bom-bom kecil ke area yang luas, yang menurut tuduhan Israel terhadap Iran sebelumnya, membuatnya sulit untuk dicegat dan berpotensi menimbulkan dampak yang luas pada wilayah yang terkena serangan.
Serangan rudal itu sendiri terjadi pada Selasa malam (17/3/2026) waktu setempat dan dilaporkan menghantam wilayah padat penduduk di Tel Aviv.
Akibat serangan tersebut, dua orang tewas di lokasi. Dengan tambahan korban tewas ini, jumlah total korban jiwa di Israel akibat konflik yang sedang berlangsung telah mencapai sedikitnya 14 orang.
Pemerintah Iran sebelumnya telah mengonfirmasi tewasnya Ali Larijani, yang merupakan salah satu tokoh paling senior yang terbunuh oleh serangan Israel dan Amerika Serikat. Kematian Larijani telah memicu kemarahan di kalangan pihak Iran, yang kemudian memutuskan untuk mengambil tindakan balasan melalui serangan rudal ke Tel Aviv.
Ketegangan antara kedua negara terus meningkat, dan dunia internasional telah memperhatikan perkembangan situasi ini dengan cemas, khawatir akan potensi eskalasi konflik yang lebih luas yang dapat mempengaruhi keamanan dan stabilitas di wilayah Timur Tengah dan bahkan di seluruh dunia.
Berbagai negara dan organisasi internasional telah meminta kedua pihak untuk menahan diri dan menghentikan tindakan yang dapat memperparah situasi. (*)



