BerandaBeritaIran Gunakan Rudal Terbaru Sejjil, Warga Israel Panik Cari Perlindungan

Iran Gunakan Rudal Terbaru Sejjil, Warga Israel Panik Cari Perlindungan

Teheran (Waspada Aceh) – Badai rudal menghantam langit Israel pada Minggu (15/3/2026), waktu setempat, yang memicu kekacauan di berbagai wilayah, termasuk Tel Aviv. Warga dilaporkan panik dan berhamburan mencari tempat perlindungan

Serangan skala besar dari Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) tidak hanya menimbulkan kerusakan parah dan korban jiwa, melainkan juga menandai debut dahsyat rudal balistik Sejjil, senjata rahasia yang pertama kalinya digunakan dalam konflik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Wartawan BBC melaporkan suasana yang penuh ketegangan dan kepanikan. Sirene peringatan meraung mengusik kedamaian siang hari, diikuti dengan ledakan mematikan yang membangkitkan kolom asap hitam dari area yang terbakar.

Warga berlari kesana kemari mencari tempat berlindung, sementara pertahanan udara Israel berusaha memblokir serangan yang tidak terduga itu.

Meskipun sebagian besar rudal ditembak jatuh oleh sistem pertahanan Israel, beberapa rudal berhasil menerobos benteng udara dan menghantam targetnya dengan akurasi yang mengerikan.

Serangan Gelombang ke-54 dari Operasi Janji Sejati 4 ini bukan hanya bergantung pada Sejjil, IRGC juga mengerahkan berbagai jenis rudal mematikan lainnya, mulai dari Khorramshahr, Kheibar Shekan, Qadr, hingga Emad, yang menunjukkan kekuatan militer yang siap tempur dan terpadu.

Dalam pernyataan resminya, IRGC menyatakan bahwa serangan ini secara cermat menargetkan situs-situs strategis Israel yang krusial. Antara lain pusat manajemen operasi udara dan pengambilan keputusan militer, fasilitas industri militer, infrastruktur pertahanan utama, serta lokasi konsentrasi pasukan Zionis.

Tujuan Iran jelas: memberikan peringatan yang tak terlupakan dan menunjukkan kemampuan Iran untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

Sejjil sendiri bukanlah senjata biasa. Sebagai rudal balistik jarak menengah dengan jangkauan hingga 2.000 kilometer, monster besi ini memiliki panjang sekitar 18 meter dengan diameter 1,25 meter dan berat mencapai 23 ton.

Kapasitas peledaknya antara 500 hingga 1.000 kilogram membuatnya menjadi senjata yang mampu menghancurkan target apapun yang menjadi sasaran. Debutnya dalam medan perang telah mengubah wajah konflik ini dan memberikan sinyal kuat kepada dunia tentang kekuatan militer Iran. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER