Teheran (Waspada Aceh) – Militer Iran meminta negara-negara Teluk untuk memberikan informasi lokasi akurat tentara Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan tersebut.
Juru bicara militer Iran, Abolfazl Shekarchi, menegaskan bahwa permintaan ini bertujuan untuk meningkatkan presisi serangan dan menghindari korban sipil di kalangan negara tetangga.
Permintaan tersebut muncul sebagai bagian dari upaya Iran melacak posisi pasukan AS dan Israel agar serangan balasan yang akan dilakukan lebih akurat dan tidak menyasar warga sipil.
Hal ini menyusul serangan udara terkoordinasi oleh kedua negara terhadap target strategis Iran yang diluncurkan dari pangkalan militer AS di negara-negara Teluk. Iran berharap negara-negara tetangga di kawasan Teluk dapat membantu mengidentifikasi posisi militer kedua negara tersebut.
Permintaan informasi ini keluar di tengah eskalasi ketegangan tinggi setelah serangan langsung yang melibatkan Israel dan Iran.
Seperti dilaporkan sebelumnya, Iran meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan berbagai pangkalan militer Amerika Serikat di Qatar, Kuwait, Bahrain, UEA, dan Arab Saudi pada akhir Februari 2026, sebagai balasan atas aksi militer AS-Israel. Sasaran utama mencakup Pangkalan Udara Al Udeid (Qatar), Al-Dhafra (UEA), Al-Salem (Kuwait), dan Armada Kelima di Bahrain.
Pada saat ini ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai titik kritis ketika sirene peringatan serangan udara berbunyi merata di seluruh Kota Tel Aviv, Israel, hingga saat ini.
Republik Islam Iran telah meluncurkan serangan rudal skala besar yang menghujani ibu kota Israel tersebut sebagai bentuk balasan atas serangan militer gabungan AS dan Israel. Sejumlah rekaman video yang bocor keluar menunjukkan sistem pertahanan udara Israel aktif mencegat sebagian rudal di wilayah langit kota.
Sementara itu hingga pada Kamis malam (12/3/2026) waktu setempat, warga dan pemukim setempat segera melakukan evakuasi diri ke bunker-bunker perlindungan untuk menghindari dampak ledakan yang mungkin terjadi.
Serangan balasan Iran ini merupakan tanggapan langsung terhadap operasi militer gabungan AS dan Israel yang mengakibatkan wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei.
Menurut keterangan dari Teheran, serangan yang melibatkan rudal dan drone tidak hanya menargetkan wilayah Tel Aviv, melainkan juga berbagai fasilitas serta pangkalan militer Israel dan Amerika Serikat di seluruh kawasan Timur Tengah.
Selain serangan terhadap Tel Aviv, Angkatan Darat Republik Islam Iran mengumumkan bahwa armada drone angkatan udara mereka berhasil menyerang sejumlah fasilitas vital di kota Haifa. Target serangan meliputi kilang minyak, fasilitas gas, dan tempat penyimpanan bahan bakar yang dimiliki rezim Israel.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan, Angkatan Darat Iran menegaskan bahwa operasi ini dilakukan sebagai balasan atas serangan yang dilakukan pihak Zionis terhadap depo minyak Iran.
Mereka menyatakan bahwa pertempuran melawan Amerika Serikat dan Zionis Israel yang disebut sebagai “pembunuh anak-anak” akan terus berlanjut hingga tercapai “kemenangan akhir” dan kebenaran dapat mengalahkan kebathilan. (*)



