BerandaBeritaIran Hancurkan THAAD Bernilai Rp8 Triliun Milik AS di Yordania

Iran Hancurkan THAAD Bernilai Rp8 Triliun Milik AS di Yordania

Yordania, Beritasatu.com – Citra satelit terbaru mengungkap kerugian besar bagi militer Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah. Sistem pertahanan udara THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) senilai hampir setengah miliar dolar di Yordania dilaporkan terkena serangan Iran dan terindikasi hancur total.

Pada 5 Maret 2026, CNN merilis citra satelit dari Airbus yang diambil dua hari sebelumnya. Foto tersebut menunjukkan dampak serangan telak di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania. Fokus utama kerusakan berada pada stasiun radar AN/TPY-2 buatan AS yang tampak hangus menghitam.

Komponen radar yang dipasang pada lima unit trailer tersebut terlihat hancur atau rusak parah. Di lokasi kejadian, ditemukan dua kawah sedalam empat meter yang menandakan Iran meluncurkan beberapa proyektil sekaligus untuk memastikan sistem tersebut lumpuh.

NR Jenzen-Jones, direktur perusahaan riset amunisi ARES, menjelaskan bahwa radar AN/TPY-2 adalah “jantung” dari sistem THAAD, yang selama ini dikenal sebagai salah satu perisai udara terbaik di dunia.

“Mengganti radar AN/TPY-2 bukanlah tugas yang mudah, dan ini merupakan kerugian yang signifikan bagi militer AS,” ungkap Jenzen-Jones. Sebagai catatan, harga satu unit sistem radar ini mencapai hampir setengah miliar dolar atau senilai nyaris Rp8 triliun.

Serangan di Yordania diduga bukan satu-satunya. Antara 28 Februari hingga 1 Maret 2026, fasilitas militer di Al Ruwais dan Al Sader (Uni Emirat Arab) juga melaporkan kerusakan pada sedikitnya tujuh bangunan. Gudang penyimpanan sistem radar THAAD termasuk di antara target yang terkena hantaman.

Hingga kini, belum dipastikan apakah sistem THAAD yang terdampak di UEA merupakan milik militer AS atau milik pemerintah UEA yang dibeli dari Washington.

Tak hanya itu, citra satelit dari Planet Labs menunjukkan kerusakan pada stasiun radar AN/FPS-132 di Umm Dahal, Qatar. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebelumnya mengeklaim telah “menghancurkan sistem radar AN/FPS-132 yang terletak di pangkalan AS di Qatar.”

Radar AN/FPS-132 dikenal sebagai “mata super” karena memiliki jangkauan pelacakan maksimum hingga 4.800 km. Radar ini berfungsi sebagai peringatan dini serangan rudal balistik melalui teknologi active electronically scanned array (AESA).

Menanggapi laporan kerusakan aset-aset vital ini, juru bicara Pentagon memberikan pernyataan singkat kepada CNN. “Kami tidak akan berkomentar tentang status aset tertentu di wilayah tersebut karena alasan keamanan operasional,” tegasnya.

Pernyataan ini mencerminkan situasi sensitif di wilayah Asia Barat, di mana sistem pertahanan udara tercanggih dunia kini tengah diuji oleh intensitas serangan rudal dan drone Iran. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER