Jakarta (Waspada Aceh) – Israel secara resmi telah melancarkan serangan pendahuluan terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026) waktu setempat, sebuah langkah yang telah direncanakan selama berbulan-bulan dan dikoordinasikan secara erat dengan Amerika Serikat (AS).
Mengutip berbagai media, Menteri Pertahanan Israel, Katz, yang dikutip oleh Reuters pada hari yang sama, serangan ini dilakukan dengan tujuan utama menghilangkan ancaman yang dianggap mengintai terhadap keamanan negara Israel.
Saat serangan dilaksanakan, informasi terbaru menyebutkan bahwa Ayatollah Ali Khamenei, pimpinan tertinggi Iran, sudah tidak berada di ibu kota Tehran. Pemimpin Iran itu telah dipindahkan ke lokasi yang dinilai lebih aman untuk menjamin keselamatannya, meskipun rincian mengenai lokasi tersebut belum diungkapkan kepada publik.
Pejabat pertahanan Israel juga menegaskan bahwa operasi ini bukanlah tindakan spontan, melainkan hasil perencanaan yang matang selama berbulan-bulan, termasuk dalam penentuan tanggal serangan yang disepakati bersama dengan pihak AS.
Laporan dari The New York Times yang mengutip pejabat AS juga membenarkan bahwa serangan terhadap Iran sedang berlangsung pada saat ini.
Sementara itu, media Iran melaporkan bahwa suara ledakan terdengar jelas di wilayah Tehran, menandakan dampak langsung dari serangan tersebut.
Di sisi lain, di seluruh wilayah Israel, sirene peringatan berbunyi pada pukul 08:15 waktu setempat sebagai tanda peringatan akan kemungkinan adanya serangan balasan berupa rudal dari pihak Iran.
Sebagai langkah antisipasi dan keamanan, militer Israel telah mengeluarkan pengumuman resmi mengenai penutupan sekolah dan tempat kerja di seluruh wilayah negara, kecuali untuk sektor-sektor penting yang tetap harus beroperasi demi kelangsungan kebutuhan dasar masyarakat.
Selain itu, penggunaan wilayah udara publik juga dilarang sepenuhnya. Israel telah menutup wilayah udaranya untuk penerbangan sipil, dan otoritas bandar udara telah meminta masyarakat untuk tidak pergi ke bandara manapun di negara tersebut guna menghindari risiko dan gangguan yang mungkin terjadi.
Perlu dicatat bahwa pada bulan Februari lalu, AS dan Iran sebenarnya telah memperbarui negosiasi untuk menyelesaikan perselisihan yang telah berlangsung selama beberapa dekade antara kedua pihak. Negosiasi tersebut mencakup upaya untuk mencegah ancaman konfrontasi militer yang selama ini menjadi kekhawatiran besar bagi masyarakat internasional.
Namun, langkah serangan yang dilakukan oleh Israel dan AS pada hari ini tampaknya mengubah dinamika situasi secara drastis, dan dampak serta perkembangan selanjutnya dari konflik ini masih menjadi hal yang sangat dinantikan dan dipantau oleh seluruh dunia.
Hingga saat ini, belum ada informasi lebih lanjut mengenai jumlah korban jiwa, kerusakan materi, atau langkah-langkah selanjutnya yang akan diambil oleh kedua belah pihak maupun oleh komunitas internasional dalam menanggapi peristiwa penting ini.
Situasi masih terus berkembang, dan masyarakat di seluruh dunia berharap agar konflik ini dapat segera diselesaikan dengan cara yang damai dan tidak menimbulkan korban yang lebih banyak lagi.
Kementerian Luar Negeri Iran dalam sebuah pernyataan menyebut bahwa Iran mengetahui niat Amerika Serikat dan Israel untuk melancarkan serangan. Sedangkan pemerintah Iran tetap memilih untuk melanjutkan proses negosiasi. (*)



