Banda Aceh (Waspada Aceh) – Antrian kendaraan untuk mendapatkan BBM jenis solar mengular di sejumlah SPBU di Kota Banda Aceh dan sekitarnya. Bahkan bus dan truk bermuatan besar ikut antri solar yang berakibat pada kemacetan lalu lintas.
Kondisi itu terjadi sejak pagi hari, Sabtu (22/11/2025) hingga siang ini. Kondisi itu dinilai membuat kemacetan lalu lintas dan dikeluhkan sejumlah pengendara maupun pemilik ruko yang berjualan karena tempat usahanya tertutup bus dan truk yang antri untuk mendapatkan solar di SPBU.
Pantauan Waspadaaceh.com, antrian tersebut terjadi pada beberapa SPBU. Di antaranya, SPBU Lhong Raya depan Kantor Basarnas Banda Aceh, SPBU Lamteumen Barat Jaya Baru, SPBU Simpang Jam hingga SPBU besar di Lamsayeun- Lampeunerut tidak tersedia solar maupun Pertalite sama sekali.
Paling parah antrian terjadi di SPBU Lamteumen Barat, kendaraan antri sampai lebih dari 500 meter yang didominasi kendaraan besar seperti truk, bus dan pikap. Antrian ini bahkan sampai menutup ruko di deretan sepanjang jalan Ditlantas Polda Aceh tersebut.
“Payah kayak gini, kita jualan tertutup truk dan bus ini,” ungkap seorang pengelola warung makan di Lamteumen Barat tersebut.
Kondisi yang sama juga terjadi di SPBU Lhong Raya depan Kantor Basarnas Banda Aceh, yang membuat pengendara kesal. “Bahaya kalau gini, truk tidak menghidupkan lampu tanda bahwa dia berhenti. Jadi, sering membuat pengendara kecelakaan kalau begini,” ujarnya.
Mobil Tangki Telat Datang
Section Head Communication dan Relation (Comrel) PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Sumbagut, Romi, yang dikonfirmasi menjelaskan stok BBM di Aceh saat ini aman. Kondisi yang terjadi di beberapa SPBU Banda Aceh adalah keterlambatan tiba mobil tangki.
“Mobil tangki telat datang, bang. Stok di depot aman. Keterlambatan kapal sandar juga tidak ada masalah,” jawabnya, saat dikonfirmasi.
Namun, Romi tidak memberikan jawaban ketika ditanya, kapan akan selesai keterlambatan penyaluran pasokan BBM ini akibat mobil tangki telat. (*)



