Banda Aceh (Waspada aceh) – Sugar glider putih bermata merah itu bergerak lincah di tangan dan bahu Fonna Darmawan, salah satu anggota yang tergabung dalam komunitas Lingkar Satwa Koetaradja.
Satwa berusia 1 bulan itu tampak mungil.
Sugar glider merupakan hewan yang mirip dengan tupai dan memiliki kemampuan melompat yang tinggi bagaikan terbang. Dia melompat dengan kaki depan dan belakang yang terentang lebar.
Sesekali sugar glider cremino itu terbang dan ditangkap oleh anggota lainnya. Masyarakat tampak antusias menyaksikan atraksi satwa mungil tersebut.
Fonna menjelaskan sugar glider termasuk hewan yang aktif pada malam hari. Sugar glider juga punya kantong di perutnya. Namun, hanya sugar glider betina yang punya kantung ini. Ini digunakan untuk melindungi, membesarkan, dan membawa anak mereka yang masih kecil.
“Kantung ini berada di perut dan dapat membesar atau mengecil dengan fleksibel,” kata Fonna.
Komunitas Pecinta Hewan, yang tergabung dalam Cat Lovers Banda Aceh, Lingkar Satwa Koetaradja, dan Indonesian Cat Association (ICA) Aceh menggelar Banda Aceh Pet Festival di Plaza Aceh. Kegiatan ini berlangsung sejak 24 -26 Februari 2023.
Puluhan pecinta hewan berkumpul. Mereka juga memperkenalkan hewan peliharannya kepada publik. Hewan tersebut bukan sekadar untuk dipamerkan. Namun juga diikutkan dalam kontes.
Selain sugar glider ada berbagai hewan kesayangan lainnya, di antaranya, ular, kucing, iguana, hamster, musang dan lainnya.
Ketua Komunitas Lingkar Satwa Koetaradja Rizki Lazuardi mengatakan, acara ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada para pecinta hewan peliharaan.
Pada kegiatan ini juga tersedia pemeriksaan dan pemberian vitamin untuk hewan kesayangan. Pengunjung pun dapat melihat-lihat serta bertanya tentang perawatan hewan peliharaan yang baik.
“Dan tentunya untuk mempersatukan para pecinta hewan, aktivis, komunitas, para pelaku bisnis, dan masih banyak lagi. Supaya mereka bisa saling berbagi ilmu dan pengalaman,” tutur Rizki, Sabtu (25/2/2023).
Selain itu, kegiatan ini sebagai tempat mengedukasi para pengunjung bahwa banyak hewan yang dianggap liar ternyata juga dapat dipelihara serta mendongkrak Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Hewan tersebut, lanjutnya, tidak berbahaya dan bukan termasuk satwa yang dilindungi. Kini ada sekitar 30 anggota yang tergabung dalam komunitas Lingkar Satwa Koetaradja.
Nia Nainggolan, bersama anaknya Ramora dan Gomos, tampak antusias melihat berbagai satwa yang dipamerkan.
“Setelah pulang sekolah anak-anak saya langsung ajak ke sini untuk melihat berbagai satwa dan juga menambah wawasan mereka dan kecintaan mereka terhadap satwa,” tuturnya. (*)