BerandaAceh3 Santri RTQ Al-Furqan Khatam Hafalan 30 Juz dalam Dua Pekan

3 Santri RTQ Al-Furqan Khatam Hafalan 30 Juz dalam Dua Pekan

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Rumah Tahfizh (RTQ) Al-Furqan Banda Aceh kembali menorehkan prestasi dalam pendidikan Al-Qur’an. Dalam rentang dua pekan, tiga santri lembaga pendidikan tahfizh tersebut berhasil menuntaskan hafalan 30 juz Al-Qur’an. Ketiganya menyelesaikan hafalan masing-masing dalam waktu sekitar dua bulan.

Direktur RTQ Al-Furqan, Ustadzah Yiyi Hissiyah, baru-baru ini menjelaskan, ketiga santri tersebut adalah Sarah Fadillah S, Muhammad Alfisyahril, dan Nidaan Khafiyya. Mereka merupakan peserta program Atqan (Akademi Tahfizh Al-Qur’an Nasional 1 Tahun) yang diselenggarakan RTQ Al-Furqan di bawah naungan Yayasan Permatahati Mazas.

Menurut Yiyi, keberhasilan ketiganya menjadi kabar menggembirakan sekaligus menambah daftar santri yang telah menyelesaikan hafalan 30 juz di lembaga tersebut.

Santri pertama yang menuntaskan hafalan adalah Sarah Fadillah S, putri pasangan Syamsul Bahri Manaf dan Darmayanti. Sarah menyelesaikan hafalan 30 juz pada 13 Oktober 2026, setelah mengikuti proses menghafal selama dua bulan.

Dengan pencapaian itu, Sarah tercatat sebagai santri ke-80 yang berhasil mengkhatamkan hafalan Al-Qur’an di RTQ Al-Furqan.

Tiga hari berselang, tepatnya 16 Oktober 2026, giliran Muhammad Alfisyahril menyusul prestasi tersebut. Putra pasangan Muhammad Jafar dan Ratna Wati ini menuntaskan hafalan 30 juz dalam waktu dua bulan tiga hari.

Alfisyahril tercatat sebagai santri ke-81 yang berhasil menyelesaikan hafalan Al-Qur’an di RTQ Al-Furqan.

Yiyi menjelaskan, keberhasilan Alfisyahril juga tidak terlepas dari dukungan para orang tua asuh, yakni Kulsum, Hafnati Rahmatan, Nurhayati Umar, dan Mustika Hayati.

Prestasi berikutnya diraih Nidaan Khafiyya pada 27 Oktober 2026. Putri pasangan Saiful Bahri dan Rahmi itu berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz dalam waktu dua bulan 14 hari.

Nidaan sekaligus menjadi santri ke-82 yang menuntaskan hafalan Al-Qur’an di RTQ Al-Furqan.

Bukan Sekadar Mengejar Khatam

Yiyi menerangkan, keberhasilan menghafal 30 juz bukan semata-mata ditentukan oleh kecepatan mengingat ayat. Dibutuhkan kesungguhan, kesabaran, kedisiplinan, dan keistiqamahan dalam menjalani proses menghafal.

Menurutnya, pencapaian ketiga santri tersebut merupakan buah dari proses pembelajaran yang didukung para pengajar, orang tua, serta lingkungan pendidikan yang mendorong kecintaan terhadap Al-Qur’an.

Namun, ia menekankan bahwa menyelesaikan hafalan 30 juz bukanlah akhir dari perjalanan seorang penghafal Al-Qur’an.

Tantangan berikutnya justru terletak pada kemampuan menjaga hafalan melalui murajaah atau pengulangan secara konsisten, memahami kandungan ayat, serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Yiyi juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga ketiga santri dan para orang tua asuh yang selama ini memberikan dukungan, perhatian, serta doa bagi keberhasilan pendidikan mereka.

Ia berharap prestasi Sarah, Alfisyahril, dan Nidaan menjadi motivasi bagi santri lainnya untuk semakin tekun mempelajari dan menghafal Al-Qur’an.

Menurutnya, semangat menghafal Al-Qur’an sejalan dengan firman Allah SWT dalam Surah Al-Qamar ayat 17, yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an telah dimudahkan untuk menjadi pelajaran bagi manusia.

Demikian pula sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari, bahwa sebaik-baik manusia adalah mereka yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.

Program Tahfizh Satu Tahun

RTQ Al-Furqan merupakan lembaga pendidikan Al-Qur’an di Banda Aceh yang berada di bawah naungan Yayasan Permatahati Mazas.

Melalui program Atqan atau Akademi Tahfizh Al-Qur’an Nasional 1 Tahun, lembaga ini membina para santri untuk mempelajari, menghafal, dan menjaga hafalan Al-Qur’an.

Keberhasilan tiga santri menuntaskan hafalan dalam waktu relatif singkat tersebut menambah capaian program pembinaan tahfizh di RTQ Al-Furqan.

Yiyi berharap ketiganya tidak berhenti pada pencapaian hafalan 30 juz, tetapi terus meningkatkan kualitas hafalan, memperdalam pemahaman Al-Qur’an, serta kelak mampu mengajarkannya kepada masyarakat.

Pengurus dan para pengajar RTQ Al-Furqan juga mendoakan agar Sarah Fadillah S, Muhammad Alfisyahril, dan Nidaan Khafiyya senantiasa istiqamah menjaga hafalan serta menjadi generasi Qur’ani yang memberi manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan umat. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER