Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Disnakermobduk) Aceh, Akmil Husen, mengapresiasi perusahaan, BUMN, dan lembaga mitra yang telah membuka kesempatan magang bagi lulusan perguruan tinggi di Aceh melalui Program Pemagangan Nasional Batch-3 Tahun 2026.
Akmil mengatakan, keterlibatan dunia usaha dan industri dalam program tersebut menjadi salah satu upaya membantu mengurangi angka pengangguran terdidik di Aceh.
“Atas nama Pemerintah Aceh, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada dunia usaha, dunia industri, BUMN, dan lembaga mitra di Aceh maupun nasional yang telah membuka pintu magangnya bagi anak-anak Aceh,” ujar Akmil, Sabtu (31/10/2026).
Menurutnya, program pemagangan menjadi jembatan bagi lulusan perguruan tinggi untuk mengenal dunia kerja profesional. Selain memperoleh uang saku dan sertifikat nasional, peserta juga mendapatkan pengalaman kerja yang dapat menjadi bekal dalam memasuki dunia industri.
Akmil mengingatkan para lulusan baru (fresh graduate) di Aceh agar segera mendaftar karena pendaftaran Program Pemagangan Nasional Batch-3 hanya dibuka selama lima hari, yakni 31 Oktober hingga 4 November 2026.
Pendaftaran dilakukan secara mandiri melalui laman resmi *maganghub.kemnaker.go.id* dengan mengikuti tahapan registrasi melalui aplikasi SIAPkerja.
“Waktu pendaftaran sangat terbatas, mulai hari ini sampai 4 November 2026. Hanya lima hari. Jangan tunda. Segera daftar,” katanya.
Ia menjelaskan, calon peserta perlu membuat akun SIAPkerja terlebih dahulu untuk mengakses dan melakukan registrasi sebagai peserta MagangHub.
Selain mengingatkan calon peserta, Akmil juga meminta dukungan perguruan tinggi negeri dan swasta di Aceh untuk membantu alumni yang mengalami kendala saat proses pendaftaran.

Kendala yang perlu mendapat perhatian, antara lain terkait status kelulusan alumni dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI). Hal ini karena sistem SIAPkerja terintegrasi dengan PDDIKTI dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
“Kami mohon dukungan pihak perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Aceh untuk membantu alumni yang terkendala dalam proses registrasi,” ujarnya.
Ia berharap kampus turut memastikan para alumninya dapat mengakses kesempatan pemagangan tersebut.
“Mahasiswa mungkin sudah lulus, tapi tanggung jawab kampus untuk memastikan alumninya terserap kerja belum selesai. Mari kita kawal bersama. Satu alumni yang magang dan kemudian direkrut, berarti satu angka pengangguran Aceh berkurang,” tutup Akmil. (*)



