BerandaAcehJalan Perwira Senilai Rp715 Juta Rampung, Berfungsi Penuh

Jalan Perwira Senilai Rp715 Juta Rampung, Berfungsi Penuh

Jalan Perwira merupakan satu dari sembilan proyek peningkatan jalan di Kota Lhokseumawe yang telah mencapai progres fisik 100 persen per pertengahan Oktober 2026.

Lhokseumawe (Waspada Aceh) – “Alhamdulillah, masyarakat sudah enak lewat, mau belanja juga enak,” kata T Yulizar, Keuchik Kampong Jawa Baro, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Rabu (21/10/2026), menyambut gembira selesainya revitalisasi Jalan Perwira di gampongnya.

Pernyataan Yulizar menyusul tuntasnya pekerjaan peningkatan Jalan Perwira yang menelan anggaran Rp715,23 juta, bersumber dari tambahan Transfer ke Daerah (TKD) yang telah disalurkan pemerintah pusat ke daerah-daerah terdampak di Sumatera. Dengan tambahan TKD ini, pemerintah daerah bisa memanfaatkan untuk pemulihan yang paralel dengan yang dilakukan pemerintah pusat.

“Tujuan-tujuan kita adalah kami memperjuangkan tambahan TKD tersebut dua kali di bulan Februari dan di bulan Agustus, tujuannya adalah memperkuat kemampuan keuangan daerah sehingga daerah juga bisa bergerak paralel,” ujar Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Kasatgas PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian.

Ruas jalan sepanjang sekitar 800 meter itu kini berdiri lebih tinggi dan mulus, mengakhiri masa-masa sulit warga yang selama ini kerap terhalang genangan air setiap kali hujan turun.

“Sebelumnya, Jalan Perwira memang sudah rendah sekali. Saya pun sudah meminta ke daerah, ke Pemko, namun mungkin dananya kurang. Dengan adanya dana dari pusat, alhamdulillah masyarakat sudah menikmati jalan yang bagus. Kafe-kafe di Gang Perwira pun sudah mulai ramai,” tambah Yulizar.

T Yulizar, Keuchik Kampong Jawa Baro, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe. (Foto: Tim Media Satgas PRR)

Jalan Perwira merupakan satu dari sembilan proyek peningkatan jalan di Kota Lhokseumawe yang telah mencapai progres fisik 100 persen per pertengahan Oktober 2026. Kesembilan pekerjaan tersebut menelan anggaran keseluruhan Rp11.001.926.125, bersumber dari TKD Tambahan (alokasi dana pemerintah pusat yang disalurkan ke APBD untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak bencana). Sementara itu, masih ada 17 proyek infrastruktur lainnya senilai Rp34.350.334.908 yang terus berjalan.

Sembilan ruas jalan yang telah berfungsi penuh tersebar di empat kecamatan: di Kecamatan Muara Dua mencakup Jalan Alue Liem – Simpang Keuramat (Rp1,90 miliar), Jalan Cot Girek Kandang (Rp944,98 juta), Jalan Dayah Ulumuddin (Rp1,71 miliar), dan Jalan Tgk. Leubee (Rp625,17 juta). 

Di Kecamatan Blang Mangat selesai dibangun Jalan Blang Teue (Rp2,13 miliar), Jalan Keude Punteut (Rp1,28 miliar), Jalan Lhok Alue Gampong Asan Kareung (Rp1,28 miliar), serta Jalan Meunasah Kumbang Punteut (Rp399,56 juta). Enam dari kesembilan ruas itu diselesaikan tepat waktu.

 Satgas PRR Aceh: 1.591 Ruas Jalan Kembali Berfungsi

Secara lebih luas, laporan Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Aceh, per 19 Oktober 2026, telah mencatat kemajuan yang menggembirakan di seluruh Aceh. 

Menurut Kasatgas PRR Aceh, Safrizal ZA, sebanyak 1.591 ruas jalan telah kembali berfungsi pascabencana. Dari jumlah itu, 46 ruas ditangani pemerintah pusat dan seluruhnya telah berstatus fungsional, sementara 1.545 ruas lainnya ditangani pemerintah daerah. Masih tersisa 93 ruas jalan daerah yang belum berfungsi dan terus dalam penanganan.

Di tingkat kabupaten, Aceh Utara mencatat 191 ruas jalan daerah telah kembali fungsional dan tiga ruas masih memerlukan penanganan, sementara tiga ruas penanganan pusat sudah berfungsi sepenuhnya.

Perbaikan Jalan Perwira bukan sekadar urusan aspal dan kerikil. Bagi Asri, warga yang setiap hari berdagang di Pasar Inpres, perubahan itu terasa sangat nyata. “Dulu susah, jalan kurang bagus. Kalau hujan, air tergenang, orang tidak berani melaluinya. Sekarang sudah bagus, sudah aman. Kami yang berangkat jam tiga pagi ke pasar, jalannya sudah nyaman dilewati,” ungkapnya dengan senyum lebar.

Kondisi serupa dirasakan Salamuddin A Gani, warga yang tinggal tepat di pinggir jalan tersebut. “Sebelum perbaikan, hujan 15 menit saja air langsung tergenang, kadang sampai ke lutut. Kini setelah ditinggikan dan diaspal, pelanggan homestay dan kafe tidak lagi harus menerobos genangan. Ekonomi di daerah ini terasa lebih lancar. Pengunjung makin banyak datang,” ujarnya.

Namun, peninggian jalan juga menyisakan catatan. Satu-dua rumah lama yang posisinya lebih rendah kini justru bisa kemasukan air. Warga berharap perbaikan saluran air di sekitar pemukiman ikut diperhatikan dalam tahap pembangunan berikutnya.

Pengawasan tetap dilakukan oleh dinas terkait, selama pengerjaan peningkatan ruas Jalan Perwira Kampong Jawa Baro, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, bersumber dari TKD Tambahan pemerintah pusat, . (Foto: Tim Media Satgas PRR)

 Wali Kota Tekankan Kualitas Pekerjaan

Wali Kota Lhokseumawe Sayuti Abubakar, meninjau langsung sejumlah titik pekerjaan pada Rabu (21/10/2026), didampingi Kepala Dinas PUPR Said Bachtiar. Ia menekankan agar setiap ruas yang dibangun benar-benar tahan lama.

“Saya harap kualitasnya dijaga. Jangan sebentar-sebentar rusak setelah dikerjakan. Dana tambahan ini digunakan sebaik-baiknya,” pesan Sayuti. 

Tambahan anggaran dari pemerintah pusat (TKD Tambahan), menurutnya, memberikan ruang penting bagi daerah untuk membangun infrastruktur penghubung antargampong di tengah keterbatasan fiskal.

Sementara itu, warga Kampung Jawa Baro menyampaikan harapan yang sederhana namun tulus. “Mohon ke depan diperhatikan lagi Kampung Jawa Baro, karena ada beberapa jalan yang kondisinya masih sangat rendah. Mudah-mudahan ada bantuan lanjutan,” pungkas Salamuddin, mewakili harapan warga yang kini telah merasakan sendiri bahwa jalan yang mulus adalah awal dari kehidupan yang lebih cerah. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER