Kutacane (Waspada Aceh) – Hujan lebat berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Aceh Tenggara sejak Jumat malam (9/10/2026) memicu bencana banjir dan tanah longsor yang melanda empat kecamatan, tujuh desa di wilayah tersebut. Hingga Minggu siang (11/10/2026), belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang mengungsi.
Berdasarkan laporan sementara Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Aceh Tenggara, bencana bermula saat hujan deras turun sejak pukul 23.32 WIB Jumat malam. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit Sungai Lawe Bulan meningkat tajam, hingga tanggul sungai di Desa Pulonas Baru, Kecamatan Lawe Bulan, jebol dan air meluap ke pemukiman warga.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd Asbi menyebutkan, selain banjir, tanah di lereng ruas jalan nasional Kutacane–Blangkejeren menjadi labil dan longsor di Desa Kati Maju, Kecamatan Ketambe. Material tanah dan lumpur menutup badan jalan sepenuhnya, sehingga arus lalu lintas terhenti dan menimbulkan kemacetan panjang dari kedua arah.

Secara rinci, bencana berdampak di empat kecamatan: Kecamatan Ketambe (Desa Kati Maju), Kecamatan Lawe Bulan (Desa Pulonas Baru), Kecamatan Babussalam (Desa Pulo Latong), dan Kecamatan Bambel (Desa Lawe Kihing, Desa Bambel Gabungan, Desa Terutung Seperai, serta Desa Terutung Megara Asli).
Kerusakan dan kerugian yang tercatat antara lain: tanggul penahan tebing Sungai Lawe Bulan–Lawe Kisam di Desa Lawe Kihing jebol sepanjang sekitar 50 meter; sumber air bersih intake SPAM Lawe Harum milik PDAM Tirta Agara hanyut terbawa arus; sekitar 15 hektare lahan pertanian terendam banjir di tiga desa; akses jalan nasional Kutacane–Medan di Desa Bambel Gabungan hingga Terutung Megara Asli tergenang setinggi 30–50 sentimeter; serta gudang logistik BPBD dan lingkungan SMPIT Al Khansa ikut tergenang air.
Hingga laporan disusun Minggu siang pukul 12.00 WIB, belum ada laporan korban jiwa maupun warga yang harus mengungsi. Namun air di sejumlah lokasi masih tergenang.
Tim Reaksi Cepat BPBD Aceh Tenggara segera diturunkan ke lokasi untuk melakukan kajian cepat dan pendataan. Satu unit alat berat dikerahkan membersihkan longsoran yang menutup jalan Kutacane–Blangkejeren. Alat berat lainnya melakukan pengerukan kayu gelondongan di Jembatan Balley Pulo Latong, serta menutup tanggul yang jebol dan menormalkan aliran sungai di Desa Lawe Kihing.
Personil Damkar juga membantu membersihkan lumpur di ruas jalan Pulonas Baru–Lawe Rutung.
Kondisi cuaca di lokasi bencana pada Minggu siang tercatat berawan dengan suhu 31°C dan kelembapan 71%. Petugas Pusdalops-PB terus melakukan pemantauan dan pendataan perkembangan situasi bencana. (m.yusuf)



