BerandaDeteksi Dini Diperkuat, BPJS Kesehatan Sasar Skrining Kanker Serviks di FKTP

Deteksi Dini Diperkuat, BPJS Kesehatan Sasar Skrining Kanker Serviks di FKTP

Banda Aceh (Waspada Aceh) — BPJS Kesehatan memperkuat upaya deteksi dini kanker serviks melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan Pap Smear di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Banda Aceh, Mahyuddin, mengatakan penguatan skrining tersebut merupakan bagian dari upaya promotif dan preventif dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Hal itu disampaikan Mahyuddin saat memberikan sambutan pada kegiatan bertajuk “Pentingnya Pap Smear untuk Deteksi Dini Kanker Serviks” yang diselenggarakan Bio-Lab Diagnostic Centre Banda Aceh, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti dokter dan penanggung jawab program atau Person in Charge (PIC) Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) dari FKTP mitra Bio-Lab.

Para peserta mendapat pembekalan mengenai pentingnya skrining kanker serviks, mekanisme penjaringan peserta, kendala di lapangan hingga strategi meningkatkan cakupan pemeriksaan dan tindak lanjut hasil deteksi dini.

“Upaya promotif dan preventif merupakan bagian penting dalam JKN untuk mendorong peserta menjaga kesehatan sekaligus melakukan deteksi penyakit sedini mungkin,” kata Mahyuddin.

Menurutnya, pelayanan promotif dan preventif tidak hanya ditujukan kepada peserta yang telah memiliki penyakit. Program tersebut juga menyasar peserta yang belum terdiagnosis, memiliki faktor risiko, hingga peserta yang telah terdiagnosis dan membutuhkan pengelolaan penyakit secara berkelanjutan.

Pada tahap pelayanan primer, peserta JKN mendapatkan sejumlah layanan, di antaranya penyuluhan kesehatan perorangan, imunisasi rutin, keluarga berencana dan skrining riwayat kesehatan.

Skrining riwayat kesehatan, kata Mahyuddin, dapat dilakukan melalui sejumlah kanal layanan, seperti aplikasi Mobile JKN dan situs BPJS Kesehatan. Peserta yang teridentifikasi memiliki faktor risiko kemudian dapat menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk jenis pemeriksaan disesuaikan dengan penyakit dan faktor risikonya. Untuk deteksi kanker serviks, pemeriksaan dapat dilakukan melalui IVA Test maupun Pap Smear sesuai ketentuan dan kebutuhan peserta,” ujarnya.

Mahyuddin mengungkapkan, berdasarkan hasil Skrining Riwayat Kesehatan hingga Agustus 2026, dari 26 FKTP di wilayah Banda Aceh, Aceh Besar dan Sabang, terdapat 15.890 peserta yang teridentifikasi berisiko terkena kanker serviks.

Karena itu, ia menilai deteksi dini penting dilakukan agar peserta yang memiliki risiko dapat segera mendapatkan pemeriksaan dan penanganan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Owner sekaligus Direktur Utama Bio-Grup, Deydi Fitriadi Poetra, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran FKTP dalam memberikan edukasi sekaligus mendorong peserta JKN memanfaatkan layanan deteksi dini kanker serviks.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat peran FKTP dalam memberikan edukasi sekaligus melakukan penjaringan peserta untuk pemeriksaan Pap Smear sebagai salah satu upaya deteksi dini kanker serviks,” kata Deydi.

Menurutnya, keberhasilan program skrining tidak hanya bergantung pada ketersediaan layanan pemeriksaan. Edukasi kepada masyarakat dan kemampuan FKTP menjaring peserta juga menjadi faktor penting untuk memperluas cakupan pemeriksaan.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memperkuat peran FKTP dalam upaya promotif dan preventif, sekaligus menjadi ruang diskusi untuk mencari solusi terhadap berbagai kendala di lapangan.

Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan meningkatkan pemahaman mengenai proses administrasi dan pelaksanaan skrining serta mendorong peningkatan cakupan pemeriksaan Pap Smear.

Kegiatan tersebut menghadirkan dokter spesialis obstetri dan ginekologi, Cut Sheira Ellnita, serta Mohd. Yuwanda Basrul, dokter penanggung jawab Laboratorium Patologi Anatomi Laboratorium Klinik Bio-Lab Diagnostic Centre. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER