Banda Aceh (Waspada Aceh) — Pembangunan kembali Asrama Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa dan Masyarakat (IPM) Sakti di Banda Aceh resmi dimulai. Peletakan batu pertama dilakukan di Jalan Kenari Nomor 6, Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Minggu (6/9/2026).
Pembangunan tersebut dilakukan setelah bangunan lama dibongkar karena kondisinya mengalami kerusakan dan dinilai tidak lagi memadai untuk kebutuhan mahasiswa asal Kecamatan Sakti, Kabupaten Pidie, yang menempuh pendidikan di Banda Aceh.
Peletakan batu pertama dihadiri Camat Sakti, Abdul Jakfar, bersama tokoh masyarakat Sakti di Banda Aceh, Alamsyah Umar. Sejumlah tokoh masyarakat dan alumni Sakti turut hadir memberikan dukungan terhadap pembangunan kembali asrama tersebut.
Di antaranya Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Aceh, Marwan Nusuf, Anggota DPRK Pidie Makrum Thahir, serta budayawan Aceh TA Sakti.
Camat Sakti, Abdul Jakfar, mengatakan keberadaan Asrama IPM Sakti memiliki peran penting dalam mendukung pendidikan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia asal Kecamatan Sakti.
Menurutnya, pembangunan kembali asrama menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda, mengingat fasilitas tersebut selama ini menjadi tempat tinggal sekaligus ruang berkumpul mahasiswa Sakti di Banda Aceh.
“Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan generasi muda memperoleh tempat tinggal yang layak selama menempuh pendidikan. Asrama ini bukan hanya sebuah bangunan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan masyarakat Sakti di Banda Aceh,” ujarnya.
Ia mengatakan Pemerintah Kecamatan Sakti bersama unsur Muspika, pemerintah gampong, alumni, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat siap mendukung proses pembangunan tersebut.
Abdul Jakfar berharap pembangunan dapat dilakukan dengan semangat meuseuraya atau gotong royong. Menurutnya, dukungan alumni, tokoh masyarakat, perantau, dan berbagai pihak menjadi kekuatan penting untuk mewujudkan asrama yang lebih representatif.
“Semoga dengan kebersamaan dan dukungan semua pihak, pembangunan ini dapat berjalan lancar dan segera dimanfaatkan oleh mahasiswa Sakti,” katanya.
Selama ini, Asrama IPM Sakti tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal mahasiswa. Bangunan tersebut juga menjadi ruang sosial bagi mahasiswa dan masyarakat asal Sakti di Banda Aceh.
Di asrama itu, mahasiswa dapat berkumpul, belajar, berdiskusi, serta membangun jaringan sesama mahasiswa dan alumni. Keberadaannya juga menjadi salah satu ruang untuk menjaga hubungan mahasiswa dengan kampung halaman.
Karena itu, pembangunan kembali asrama diharapkan tidak hanya menghadirkan bangunan yang lebih layak, tetapi juga mempertahankan fungsi sosial yang telah berjalan selama bertahun-tahun.
Masyarakat Sakti mendorong pembangunan gedung yang lebih representatif, termasuk rencana bangunan bertingkat yang disesuaikan dengan kebutuhan mahasiswa.
Pembangunan kembali asrama juga dinilai penting untuk membantu mahasiswa asal daerah menghadapi kebutuhan tempat tinggal selama menjalani pendidikan di Banda Aceh.
Asrama IPM Sakti memiliki sejarah panjang dalam kehidupan mahasiswa asal Kecamatan Sakti di Banda Aceh. Selama puluhan tahun, asrama tersebut menjadi salah satu tempat berkumpul mahasiswa dan masyarakat Sakti yang berada di ibu kota provinsi.
Seiring waktu, kondisi bangunan lama mengalami kerusakan sehingga muncul kesepakatan dari berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, alumni, tokoh masyarakat hingga aparatur wilayah, untuk membangun kembali asrama tersebut.
Peletakan batu pertama pada 6 September 2026 menjadi awal dari pembangunan gedung baru yang diharapkan dapat memberikan fasilitas lebih baik bagi mahasiswa Sakti.
Selain menjadi tempat tinggal, keberadaan asrama yang representatif diharapkan terus menjadi ruang pembinaan, kebersamaan dan pengembangan generasi muda Sakti di Banda Aceh. (*)



