BerandaAcehBencana Ancam Surplus Beras Aceh, Pemprov Kebut Pemulihan 40.852 Hektare Sawah

Bencana Ancam Surplus Beras Aceh, Pemprov Kebut Pemulihan 40.852 Hektare Sawah

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Bencana yang melanda Aceh berdampak terhadap sektor pertanian dengan sekitar 57.485 hektare sawah mengalami kerusakan.

Kondisi tersebut berpotensi mengurangi surplus beras Aceh sekitar 60.000 ton.
Namun, Pemerintah Aceh terus
mempercepat proses pemulihan agar lahan pertanian kembali produktif dan petani dapat kembali menanam secara normal.

Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, mengatakan upaya pemulihan saat ini terus dilakukan terhadap lahan pertanian yang terdampak bencana.
Hal itu disampaikan M. Nasir dalam kegiatan Aceh Economic Forum yang digelar Bank Indonesia (BI) Aceh, Rabu (19/8/2026).

Menurut M. Nasir, Aceh selama ini memiliki surplus beras sekitar 300.000 ton setiap tahun. Kerusakan lahan akibat bencana memang berdampak terhadap produksi, tetapi Aceh masih berada dalam kondisi surplus.

“Surplus kita setiap tahun sekitar 300.000 ton. Ketika selesai bencana, kondisi yang merusak sawah ini menyebabkan terjadinya penurunan sekitar 60.000 ton, tapi kita masih surplus,” kata M. Nasir.

Pemerintah Kebut Pemulihan

M. Nasir mengatakan pemerintah saat ini tengah melakukan optimalisasi dan rehabilitasi terhadap 40.852 hektare sawah terdampak.

Pemerintah menargetkan proses tersebut dapat segera diselesaikan sehingga masyarakat kembali melakukan aktivitas pertanian seperti sebelum bencana.

“Harapan kita di November 40.000 hektare ini bisa kita selesaikan. Sehingga masyarakat kita bisa kembali normal bertanam,” ujarnya.

Menurutnya, pemulihan sawah penting dilakukan agar petani tidak perlu mengubah pola tanam akibat lahan yang belum pulih.

“Biasa mereka nanam padi, kemudian kita nanam kacang, ini berat urusannya. Maka kemudian kalau ini bisa kita pulihkan, mereka bisa kembali normal dan harapannya pertumbuhan ekonomi kita akan berjalan,” kata M. Nasir.

Ia menegaskan, pemulihan lahan pertanian bukan hanya bertujuan mengembalikan produktivitas sawah, tetapi juga memastikan petani kembali bekerja, produksi meningkat, dan perekonomian masyarakat berangsur pulih.

“Bantuan tersebut tentu bukan sekadar angka. Di dalamnya terdapat harapan agar lahan kembali produktif, petani kembali bekerja, produksi kembali meningkat, dan perekonomian masyarakat perlahan bangkit,” katanya.

Untuk mempercepat pemulihan, rehabilitasi lahan juga dilakukan bersamaan dengan pemulihan irigasi dan berbagai infrastruktur pendukung pertanian.

M. Nasir berharap seluruh program pemulihan dapat dikawal bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dan mampu mempercepat pemulihan ekonomi Aceh pascabencana. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER