Banda Aceh (Waspada Aceh) – Yayasan Blood For Life Foundation (BFLF) bersama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga) melalui BKKBN Perwakilan Aceh meresmikan Rumah Singgah Lansia Merdeka di Banda Aceh, Selasa (18/8/2026).
Rumah singgah tersebut disiapkan sebagai ruang bagi lanjut usia (lansia) untuk tetap aktif, bersosialisasi dan produktif tanpa harus meninggalkan keluarga.
Ketua BFLF, Michael Octaviano, mengatakan Rumah Singgah Lansia Merdeka bukan merupakan panti jompo. Para lansia tetap tinggal bersama keluarga dan hanya datang ke rumah singgah untuk mengikuti berbagai kegiatan pada siang hari.
“Ini beda dengan panti jompo. Kalau panti jompo, lansia yang tidak memiliki keluarga atau terlantar ditempatkan dan tinggal di sana. Di sini tidak. Pagi para lansia berkumpul dan insyaallah sore kembali ke keluarga masing-masing,” kata Michael.
Menurutnya, kegiatan di rumah singgah berlangsung setiap Senin hingga Kamis. Program yang disiapkan meliputi senam, pemeriksaan kesehatan, kajian agama serta berbagai kegiatan produktif.
“Di sini ada senam, pemeriksaan kesehatan, kajian agama, termasuk kegiatan-kegiatan produktif lainnya. Kita harap semua lansia di Banda Aceh dan sekitarnya tidak lagi merasa kesepian, bisa bersilaturahmi dan juga produktif,” ujarnya.
Hingga peresmian dilakukan, puluhan lansia telah mendaftarkan diri sebagai peserta. Mereka berasal dari sejumlah kawasan di Banda Aceh, di antaranya Lueng Bata, Prada dan Kuta Baru.
Program tersebut terbuka bagi warga berusia 60 tahun ke atas. Meski saat ini mayoritas peserta merupakan perempuan, BFLF juga membuka kesempatan bagi lansia laki-laki untuk bergabung.
Selain menjadi peserta, para lansia nantinya juga dapat berperan sebagai pemateri berdasarkan pengalaman dan keahlian yang dimiliki.
Michael mencontohkan lansia yang memiliki pengalaman di bidang kuliner maupun kesehatan dapat berbagi pengetahuan dengan peserta lainnya.
“Contohnya dalam bidang kuliner, kesehatan, pematerinya nanti juga para lansia yang berpengalaman,” katanya.
Seluruh kegiatan di Rumah Singgah Lansia Merdeka diberikan secara gratis. Peserta tidak dipungut biaya untuk mengikuti program tersebut. “Semua gratis, Rp0, tidak ada berbayar satu rupiah pun,” tegas Michael.
Ia berharap keberadaan rumah singgah tersebut mendapat dukungan dari pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha sehingga kegiatan bagi lansia dapat terus berlangsung dan dikembangkan.
Kepala Perwakilan BKKBN/ Kemendukbangga Provinsi Aceh, Safrina Salim, mengatakan Rumah Singgah Lansia Merdeka merupakan bentuk kolaborasi pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung lansia agar tetap aktif, sehat dan bahagia.
Menurut Safrina, konsep rumah singgah tersebut akan dikembangkan dengan pendekatan Sekolah Lansia yang selama ini dikembangkan BKKBN.
“Rumah Singgah Lansia Merdeka ini bukan satu-satunya bagian dari pemerintahan, tapi ini adalah bentuk lembaga berorganisasi bersama-sama. Ini terbentuk dari partisipasi masyarakat,” kata Safrina.
Ia menjelaskan, peserta nantinya mendapatkan pembelajaran mengenai delapan fungsi keluarga dan tujuh dimensi lansia tangguh.
Kegiatan tidak hanya berfokus pada kesehatan, tetapi juga mencakup pembelajaran, ibadah, aktivitas sosial dan kegiatan lainnya yang mendukung kemandirian lansia.
“Di sini akan diajarkan delapan fungsi keluarga dan tujuh dimensi lansia tangguh. Ini kami kompakkan dengan sekolah lansia,” ujarnya.
Safrina mengatakan program tersebut akan melibatkan relawan serta berbagai pihak sebagai narasumber. Para lansia juga diharapkan tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi dapat berkontribusi dengan membagikan pengalaman dan keterampilan yang dimiliki.
Jika mendapat respons positif dan jumlah peserta terus bertambah, konsep rumah singgah tersebut berpeluang dikembangkan di wilayah lain di Aceh.
“Kalau memang memungkinkan, kita akan membuka cabang-cabangnya di mana-mana, sehingga sekolah lansia ini menjadi bentuk yang bisa diterima masyarakat dan menghadirkan kebahagiaan bagi lansia,” kata Safrina.
Peresmian Rumah Singgah Lansia Merdeka turut dihadiri Anggota DPRA Salmawati, perangkat gampong dan sejumlah unsur dinas terkait. Suasana peresmian berlangsung hangat. Para tamu undangan bersama lansia yang hadir ikut melantunkan Shalawat Badar.
Program Sekolah Lansia tersebut terbuka bagi masyarakat lanjut usia di Banda Aceh dan sekitarnya. BFLF juga membuka donasi untuk mendukung kegiatan bagi lansia.
Donasi dapat disalurkan melalui BSI nomor rekening 812-608-5290 atau Bank Aceh nomor rekening 614-0224-7809008 atas nama Blood For Life Foundation. Informasi donasi dapat menghubungi Call Center 082370809008. (*)



