Banda Aceh (Waspada Aceh) – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026, lapak-lapak musiman penjual bendera Merah Putih mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan di Banda Aceh.
Namun, para pedagang mengaku penjualan tahun ini belum seramai yang diharapkan karena daya beli masyarakat masih menurun.
Salah satu lapak terlihat di Jalan Lampineng, Banda Aceh. Beragam ukuran bendera Merah Putih, umbul-umbul hingga hiasan bernuansa merah putih mulai dipajang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut bulan kemerdekaan.
Herman, pedagang bendera musiman yang telah berjualan selama 11 tahun, mengatakan lapaknya mulai beroperasi sejak awal Agustus. Meski sudah ada pembeli, jumlahnya masih jauh lebih sedikit dibandingkan beberapa tahun lalu.
“Kalau sekarang daya belinya sudah berkurang. Dulu ada yang beli sampai dua kodi, sekarang paling banyak satu rumah beli satu bendera. Itu pun tidak banyak,” kata Herman saat ditemui, Kamis (6/8/2026).
Menurutnya, penurunan daya beli mulai terasa dalam tiga tahun terakhir. Kondisi itu membuat penjualan bendera setiap musim peringatan Hari Kemerdekaan tidak lagi seramai sebelumnya.
Ia menjelaskan, bendera yang dijual didatangkan langsung dari perajin di Bandung melalui pemasok. Harga yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp30 ribu hingga Rp95 ribu, tergantung ukuran dan kualitas bahan. Sementara umbul-umbul dijual mulai Rp45 ribu, sedangkan hiasan merah putih berukuran panjang dibanderol antara Rp350 ribu hingga Rp375 ribu.
Herman mengatakan, puncak penjualan biasanya terjadi pada pekan kedua hingga menjelang 17 Agustus. Karena itu, ia masih berharap jumlah pembeli akan meningkat dalam beberapa hari ke depan.
“Harapannya tentu penjualan bisa lebih ramai. Biasanya kami jualan sampai tanggal 16 Agustus,” ujarnya.
Setiap tahun, Herman bersama pedagang musiman lainnya membuka lapak di lokasi yang sama. Barang dagangan diperoleh dari pemasok yang kemudian didistribusikan kepada para pedagang. Jika masih ada stok yang tidak terjual, barang tersebut dapat dikembalikan kepada pemasok. (*)



