BerandaAcehBMKG Catat 19 Titik Panas di Aceh, Terbanyak di Aceh Besar

BMKG Catat 19 Titik Panas di Aceh, Terbanyak di Aceh Besar

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Iskandar Muda (SIM) Banda Aceh mencatat sebanyak 19 titik panas (hotspot) tersebar di sejumlah wilayah Aceh berdasarkan hasil pemantauan satelit pada 26 Juli 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I SIM Banda Aceh, Fitriana Nur, mengatakan titik panas tersebut merupakan hasil deteksi Sensor MODIS pada satelit Terra, Aqua, Suomi NPP, serta NOAA20/VIIRS. Keberadaan hotspot menjadi indikator awal adanya peningkatan suhu permukaan yang perlu mendapat perhatian dan diverifikasi di lapangan.

“Informasi titik panas merupakan hasil deteksi satelit terhadap anomali suhu permukaan. Hotspot tidak selalu menunjukkan telah terjadi kebakaran hutan dan lahan, namun menjadi indikator awal yang perlu ditindaklanjuti melalui pengecekan di lapangan oleh instansi terkait,” ujar Fitriana Nur kepada waspadaaceh.com, Selasa (28/7/2026).

Berdasarkan data BMKG, Kabupaten Aceh Besar menjadi wilayah dengan jumlah titik panas terbanyak, yakni 11 titik, yang tersebar di Kecamatan Indrapuri dan Kuta Cot Glie. Dari jumlah tersebut, satu titik di Kecamatan Kuta Cot Glie terdeteksi memiliki tingkat kepercayaan tinggi, sedangkan titik lainnya berkategori sedang.

Selain Aceh Besar, BMKG juga mendeteksi tiga titik panas di Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara. Selanjutnya, masing-masing dua titik berada di Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, satu titik di Kecamatan Jeunieb, Kabupaten Bireuen, serta masing-masing satu titik di Kecamatan Banda Raya dan Jaya Baru, Kota Banda Aceh. Sebagian besar titik panas tersebut memiliki tingkat kepercayaan sedang.

Fitriana mengimbau pemerintah daerah, BPBD, Manggala Agni, TNI/Polri, serta masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah yang terpantau memiliki hotspot.

“Pemantauan secara berkala perlu terus dilakukan agar potensi kebakaran dapat dideteksi lebih dini. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat meningkatkan risiko kebakaran, terutama saat kondisi cuaca mendukung,” katanya.

BMKG akan terus memantau perkembangan titik panas di Aceh dan memperbarui informasi kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana hidrometeorologi dan kebakaran hutan maupun lahan. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER