Banda Aceh (Waspada Aceh) – Satu lagi korban meninggal dunia pada Kamis (25/6/2026) malam, pukul 21.00 WIB, terkait meledaknya ruang mesin kapal penyeberangan (Ferry) Aceh Hebat II rute Sabang-Banda Aceh (PP) yang terjadi beberapa waktu lalu.
Korban menjadi korban kedua yang meninggal setelah sebelumnya satu korban taruna juga meninggal dunia. Korban diketahui bernama Muhammad Bilal Ramzi, usia 19 Tahun, lahir di Sabang, 28 Oktober 2006, Taruna Pelayaran Poltekpel Malahayati.
Informasi meninggalnya korban disampaikan melalui kanal akun resmi medsos IG milik Poltekpel Malahayati Aceh hari ini, Jumat (26/6/2026). Korban kedua ini menjadi salah satu dari 15 orang korban luka akibat meledaknya ruang mesin kapal Aceh Hebat II.
“**poltekpelaceh** .”Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un* Keluarga Besar BPSDMP Kementerian Perhubungan menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya salah satu Taruna Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh:
Almarhum Muhammad Bilal Ramzi,
Program DP.IV Pembentukan Jurusan Teknika, Angkatan XIII, Pada hari Kamis / 25 Juni 2026, Pukul 21:00 WIB,” tulis informasi dalam akun tersebut.
“Semoga Almarhum memperoleh tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan, Amin.
Seluruh dedikasi dan kenangan baik Almarhum selama menempuh pendidikan di kampus Poltekpel Malahayati akan selalu kami kenang,” tulis akun tersebut.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan (Dishub) Aceh memastikan seluruh korban dalam insiden letupan pompa hidrolik pintu kedap otomatis di ruang mesin KMP Aceh Hebat 2 pada Jumat, (12/6/2026) pagi, telah mendapatkan penanganan medis dan perawatan yang diperlukan. KMP Aceh Hebat adalah kapal penyeberangan rute Sabang-Banda Aceh (PP).
GM PT ASDP Cabang Banda Aceh, Andri Setiawan, menyampaikan bahwa seluruh biaya dan kebutuhan penanganan korban, termasuk mendatangkan pihak keluarga ke Rumah Sakit Umum Daerah dr Zainoel Abidin (RSUDZA), ditanggung oleh PT ASDP Indonesia Ferry selaku operator kapal Aceh Hebat 2. (*)



