BerandaAcehMantan Gubernur Aceh Dr. Zaini Abdullah Wafat di Usia 86 Tahun

Mantan Gubernur Aceh Dr. Zaini Abdullah Wafat di Usia 86 Tahun

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Innalillahi Wainnailaihi Rojiun. Tokoh perjuangan sekaligus mantan Gubernur Aceh, Dr. Zaini Abdullah, telah berpulang ke Rahmatullah pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh, dalam usia 86 tahun.

Berita duka ini disampaikan secara resmi oleh kerabat dekat, Munawar Liza Zainal.

Menurut keterangan yang beredar, almarhum menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 12.24 hingga 12.40 WIB. Jenazah terlebih dahulu dimandikan di rumah sakit tersebut, sebelum dibawa menuju kediaman beliau di kawasan Geuceu, Banda Aceh.

Rangkaian acara pemakaman telah disusun. Jenazah akan dibawa ke Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh untuk dishalatkan sesudah salat Ashar.

Selanjutnya, jenazah akan dibawa ke Teureubue, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie, untuk dimakamkan di tempat peristirahatan terakhir, di kampung halamannya.

Dr. Zaini Abdullah dikenal luas sebagai tokoh sentral dalam perjuangan rakyat Aceh. Ia pernah menjabat sebagai Gubernur Aceh untuk masa bakti 2012–2017.

Sebelum memangku jabatan tertinggi di pemerintahan daerah, ia tercatat sebagai salah satu pendiri sekaligus pemimpin Gerakan Aceh Merdeka (GAM), serta turut menjadi perwakilan utama dalam perundingan damai Helsinki tahun 2005 yang mengakhiri konflik berkepanjangan di Tanah Rencong.

Latar belakang pendidikannya sebagai dokter juga melekat kuat dalam perjalanan hidupnya, di mana ia kerap mengabdikan keahliannya di tengah masyarakat meski sibuk dalam perjuangan politik.

Selama memimpin Pemerintah Aceh, ia dikenal gigih dalam melaksanakan kesepakatan damai, memperkuat penerapan Syariat Islam, serta mendorong pembangunan kembali berbagai sektor pasca konflik dan bencana alam.

Nama beliau tercatat sebagai tokoh yang menjembatani transisi dari masa perjuangan bersenjata menuju pembangunan damai di bawah payung Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Berita kepergiannya segera menyebar luas di masyarakat. Kerabat dan tokoh masyarakat memohon doa bersama, semoga Allah SWT menerima segala amal ibadah, mengampuni segala kesalahan, melapangkan kuburnya, serta mengangkat derajatnya setinggi‑tingginya bersama para orang saleh, wali, dan syuhada.

Ungkapan Innalillahi wa inna ilaihi rajiun turut membanjiri saluran komunikasi warga sebagai bentuk belasungkawa atas kepergian tokoh yang berjasa besar bagi sejarah Aceh. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER