Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sebanyak 17 jamaah calon haji Embarkasi Aceh gagal berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 1447 Hijriah. Mereka batal berangkat karena meninggal dunia dan sakit.
Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Banda Aceh, Arijal, mengatakan hingga pelepasan kloter 14 pada Selasa (19/5/2026), jumlah jemaah yang sudah diberangkatkan ke Arab Saudi mencapai 5.485 orang dari total kuota 5.502 jemaah.
“Dari total kuota tersebut, ada 17 jemaah yang batal atau tunda berangkat karena meninggal dunia dan sakit,” kata Arijal, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, lima calon jemaah meninggal dunia sebelum masuk Asrama Haji Embarkasi Aceh. Selain itu, sembilan jemaah lainnya menunda keberangkatan karena sakit sebelum masuk asrama.
Sementara tiga jemaah lainnya ditunda keberangkatannya setelah masuk asrama haji karena kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.
Meski ada jemaah yang batal berangkat, proses pemberangkatan haji Embarkasi Aceh sejauh ini berjalan lancar. Pada kloter 14, sebanyak 390 jemaah diberangkatkan ke Tanah Suci, terdiri dari 162 laki-laki dan 228 perempuan.
Arijal juga menyebut saat ini masih ada tiga jemaah asal Aceh yang menjalani perawatan di rumah sakit di Arab Saudi.
Secara keseluruhan, jumlah jemaah haji Embarkasi Aceh tahun ini terdiri dari 2.166 laki-laki dan 3.319 perempuan.
Kota Banda Aceh menjadi daerah dengan jumlah jemaah terbanyak yakni 689 orang. Disusul Pidie sebanyak 571 jemaah dan Aceh Besar sebanyak 542 jemaah.
Sementara jumlah jemaah paling sedikit berasal dari Simeulue dengan 27 orang.
Menjelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), PPIH mengimbau seluruh jemaah menjaga kondisi fisik dan mental selama menjalankan ibadah.
“Jemaah diminta fokus beribadah, memperbanyak doa dan zikir, menjaga kesehatan, serta mematuhi arahan petugas dan pembimbing haji,” ujar Arijal. (*)



