BerandaAcehAceh Kebut Rehabilitasi Sawah Pascabencana, Anggaran Rp380 Miliar Digelontorkan

Aceh Kebut Rehabilitasi Sawah Pascabencana, Anggaran Rp380 Miliar Digelontorkan

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Pemerintah Aceh mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi lahan sawah terdampak bencana dengan total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp380,03 miliar.

Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir mengatakan, percepatan dilakukan di seluruh tahapan, mulai dari perencanaan hingga konstruksi.

“Targetnya lahan yang terdampak bisa segera kembali produktif,” kata Nasir, Minggu (3/5/2026).

Untuk sawah dengan kerusakan ringan, pemerintah mengalokasikan Rp155,65 miliar melalui program optimasi lahan (oplah) di 16 kabupaten/kota dengan luas 27.071 hektare.

Saat ini, progres perencanaan sudah mencapai 12.205 hektare atau sekitar 45 persen.

Tahap berikutnya adalah konstruksi dengan anggaran Rp124,52 miliar dan pengolahan lahan Rp24,36 miliar yang akan dikelola pemerintah kabupaten/kota.

Sementara itu, untuk lahan dengan kerusakan sedang, dialokasikan Rp65,23 miliar mencakup lima kabupaten dengan luas 4.393 hektare.

Progres pengerjaan yang melibatkan kelompok tani dan TNI telah mencapai sekitar 3.981 hektare.

Di sektor irigasi, pembangunan irigasi perpompaan ditargetkan sebanyak 641 unit dengan anggaran Rp98,07 miliar. Namun, baru 70 unit atau sekitar 3,49 persen yang mulai dikerjakan.

Adapun irigasi perpipaan sebanyak 149 unit dengan anggaran Rp14 miliar telah mencapai progres 24 persen. Sementara pembangunan bangunan konservasi dan jaringan irigasi tersier masih dalam tahap awal.

Pemerintah Aceh juga membangun 106 unit Jalan Usaha Tani (JUT) dengan anggaran Rp11,66 miliar, dengan progres sekitar 8 persen.

Nasir menyebut pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan TNI agar program berjalan sesuai target.

“Dengan sinergi semua pihak, kami optimis program ini bisa selesai tepat waktu,” ujarnya.

Program ini diharapkan tak hanya memulihkan lahan, tapi juga meningkatkan produksi pertanian dan kesejahteraan petani. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER