Kamis, Februari 29, 2024
Google search engine
BerandaAceh17 Tahun Tsunami Aceh, PFI Gelar Pameran Foto

17 Tahun Tsunami Aceh, PFI Gelar Pameran Foto

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Untuk memperingati 17 tahun gempa dan tsunami, organisasi kewartawanan Pewarta Foto Indonesia (PFI) Aceh menggelar pameran foto bertajuk “Tsunami Pandemi,” pada 25-26 Desember 2021.

Kegiatan tersebut dipusatkan di lokasi berbeda selama dua hari, yakni di situs tsunami Kapal di Atas Rumah dan di Pelabuhan Ulee Lheue pada Minggu (26/12/2021).

Ketua PFI Aceh, Bedu Saini, menyebutkan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan organisasi jurnalis foto di Tanah Rencong.

Saban tahun, pihaknya kerap memamerkan karya hasil bidikan anggota pewarta foto yang tersebar di wilayah Aceh.

Panitia sengaja mengambil tema “Tsunami Pandemi,” untuk mengingatkan kepada pengunjung bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

“Pameran ini untuk mengingatkan kita agar tidak lupa dengan kejadian yang meluluhlantakkan Aceh. Kegiatan ini juga mengingatkan kita tentang bahaya COVID-19 yang melanda dua tahun terakhir,” kata Bedu Saini kepada Waspadaaceh.com, Sabtu (25/12/ 2021).

Ketua panitia, Eko Deni Saputra, menyebutkan bahwa foto yang ditampilkan sebanyak 71 foto. Sekitar 17 di antaranya merupakan foto pasca tsunami karya Bedu Saini dan M. Anshar.

“Khusus 17 foto di Pelabuhan Ulee Lheue merupakan karya Bedu Saidi terkait gempa dan tsunami 2004 silam. Sengaja dipamerkan 17 foto karena tahun ini kita memperingati 17 tahun tsunami,” katanya.

Sedangkan di situs tsunami Boat di Atas Rumah Lampulo, lanjut Eko, 54 foto yang dipamerkan adalah mengenai penanganan atau pencegahan COVID-19 di Aceh.

“Foto-foto yang dipamerkan itu hasil karya anggota PFI Aceh yang bertugas di berbagai media. Baik lokal, nasional dan internasional,” ungkap Eko yang juga menjabat sebagai Sekretaris PFI Aceh.

Selain pameran foto, tambahnya, di lokasi tersebut pada Sabtu malam, 25 Desember, juga akan dilakukan “Doa Bersama Mengenang Sahabat,” untuk para jurnalis yang menjadi korban gempa dan tsunami 2004 silam.

“Kegiatan ini inisiatif dari lintas organisasi pers di Aceh seperti AJI, IJTI, PWI, dan PFI. Kepanitiannya kita laksanakan secara bersama,” ungkap Eko. (Cut Nauval d)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments