BerandaAceh12 Rumah Ibadah di Aceh Belum Beroperasi Pascabencana

12 Rumah Ibadah di Aceh Belum Beroperasi Pascabencana

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Sebanyak 12 rumah ibadah di Aceh hingga kini belum kembali digunakan setelah terdampak banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir 2025. Meski sebagian besar telah pulih, proses rehabilitasi di sejumlah lokasi masih terus berlangsung.

Kepala Posko Wilayah Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Aceh), Safrizal ZA, tingkat pemulihan rumah ibadah di Aceh telah mencapai 98,69 persen hingga 18 Juli 2026. Data tersebut dipaparkan dalam dokumen yang dibagikan kepada media pada diskusi publik di Banda Aceh, Jumat (24/7/2026).

Dari total 918 rumah ibadah yang terdampak, sebanyak 906 unit telah kembali beroperasi. Sementara itu, 12 masjid dan musala lainnya masih belum dapat difungsikan karena kerusakan yang belum sepenuhnya tertangani.

Rumah ibadah yang belum pulih tersebar di lima kabupaten, yakni Bireuen, Nagan Raya, Aceh Timur, Aceh Tengah, dan Aceh Utara.

Selain mempercepat perbaikan fisik, pemerintah juga menyalurkan bantuan rehabilitasi rumah ibadah. Namun, realisasi penyaluran masih tergolong rendah. Dari 918 rumah ibadah yang masuk dalam daftar penerima, baru 85 unit yang telah menerima bantuan, sedangkan 833 lainnya masih menunggu proses penyaluran.

Untuk mendukung rehabilitasi tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp3,75 miliar. Hingga pertengahan Juli 2026, realisasi penyaluran bantuan baru mencapai 9,25 persen.

Data Satgas PRR juga menunjukkan Aceh menjadi provinsi dengan jumlah rumah ibadah terdampak terbanyak dibandingkan Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Dari total 1.593 rumah ibadah yang terdampak di tiga provinsi, sebanyak 918 unit atau lebih dari separuh berada di Aceh.(*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER