Selasa, Februari 27, 2024
Google search engine
BerandaDisbudpar AcehYuk Ke Museum Aceh, Ada Pameran Jejak Sejarah Perjuangan 

Yuk Ke Museum Aceh, Ada Pameran Jejak Sejarah Perjuangan 

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Museum Aceh kini membuka pameran yang mengangkat sejarah perjuangan rakyat Aceh. Tujuannya memberikan informasi mengenai pergerakan Aceh dari masa ke masa kepada para pengunjung museum.

Pameran sejarah perjuangan rakyat Aceh yang bertema “Aceh Bumi Para Syuhada” ini berlangsung di lantai 3 Gedung Pameran Tetap Museum Aceh.

Pantauan Waspadaaceh.com, Kamis (6/7/2023), tampak antusias pengunjung melihat berbagai informasi terkait sejarah perjuangan rakyat Aceh.

Seorang pengunjung, Imamatul Farha, 24, mengatakan, pameran ini memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai perjuangan Aceh, termasuk pada saat MoU Helsinki.

“Alhamdulillah, pameran ini juga membuka wawasan kita sebagai anak muda memahami bagaimana pergerakan Aceh dari masa ke masa,” kata Ima.

Seorang edukator di Museum Aceh, Nurhawani, menyampaikan konsep pameran sejarah perjuangan Aceh telah ada sejak awal di lantai tiga Museum Aceh. Namun, kali ini pameran tersebut fokus menceritakan perjuangan dari tahun 1511 hingga 2005.

“Jadi itu ideologi yang dipegang para pejuang Aceh yang begitu lamanya, dan kita ingin berbagi sprit itu kepada masyarakat Aceh,” kata Nurhawani, saat ditemui Waspadaaceh.com, di Mesium Aceh saat peresmian pameran, Kamis (6/7/2023).

Ia menjelaskan bahwa pameran ini bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama pelajar, mengenai perjuangan bangsa Aceh dan pihak-pihak yang menjadi lawan dalam perjuangan tersebut. Pesan-pesan sejarah Aceh juga ditampilkan dalam pameran ini.

“Pameran adalah salah satu fungsi utama museum, dan oleh karena itu museum selalu menampilkan pameran-pameran terbaru agar tetap menarik dan memberikan edukasi kepada masyarakat,” jelasnya.

lanjut Nurhawani, meskipun momen pameran ini bersifat temporer, namun keputusan diambil untuk menjadikannya pameran tetap dengan jangka waktu pameran hingga empat tahun ke depan.

Pameran tersebut juga menampilkan 17 koleksi pendukung, seperti rencong, pedang, perisai, naskah, tempat tinta, dan lain-lain. Nurhawani mengungkapkan bahwa antusiasme pengunjung terhadap pameran ini cukup tinggi.

Pengunjung dapat melihat semangat yang dimiliki Aceh, di mana Aceh memiliki sisi yang keras namun juga lembut. Mereka berjuang mati-matian dalam perang, tetapi juga siap memberikan bantuan jika diminta. Salah satu contohnya adalah sumbangan Aceh dalam pembelian Pesawat Dakota RI-001 Seulawah.

Nurhawani juga menyebutkan bahwa ke depan, Museum Aceh akan membuka pameran regional yang melibatkan seluruh Sumatera. Pameran tersebut akan dibuka pada bulan Agustus mendatang. Pameran ini akan berfokus pada naskah-naskah, mengingat setiap wilayah di Sumatera memiliki keunikan tersendiri. Sebagai contoh, di Sumatera Utara terdapat naskah yang ditulis di atas kayu.

Selain itu, pameran tersebut juga akan dibuka bersamaan dengan pekan kebudayaan Aceh (PKA), di mana Aceh akan menjadi tuan rumah pameran naskah tersebut. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments