Kamis, Februari 29, 2024
Google search engine
BerandaKulinerYayasan Bijeh InspirAktion Latih Barista bagi Fakir Miskin

Yayasan Bijeh InspirAktion Latih Barista bagi Fakir Miskin

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Untu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dalan industru kopi, Yayasan Bijeh InspirAktion menggelar pelatihan Barista bagi sejumlah remaja putus sekolah, fakir miskin, dan mustahik zakat, di Likot Coffee, Rabu (24/11/2021).

Kegiatan ini didukung oleh Baitul Mal Provinsi Aceh, Likot Coffee, dan IAJ Aceh, kata Ketua Yayasan Bijeh InspirAktion, Teuku Arriessa Sukhairi.

Dia mengatakan, barista menjadi salah satu profesi penting  dalam industri kopi. Kegiatan itu diharapkan mampu menyiapkan generasi muda Aceh dalam bursa kerja, khususnya sebagai barista.

“Hal ini didukung oleh keunggulan Aceh sebagai salah satu produsen kopi terbaik di dunia. Kita sebagai pemuda harus mampu mengambil peran dalam industri kopi,” kata Teuku Arriessa, Kamis (25/11/2021).

Menurutnya, hal itu sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB) atau sustainable development goals (SDGs). Yaitu tanpa kemiskinan, tanpa kelaparan. Pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi juga kemitraan untuk mencapai tujuan.

Teuku Arriessa juga mengatakan, pertumbuhan ekonomi Aceh sudah positif pasca pandemi walau masih berada di bawah rata-rata nasional dan Sumatera Utara.

“Di mana diketahui bersama secara nasional perenomian Indonesia porak poranda di
tahun 2020 yang disebabkan pandemi COVID-19,” jelasnya.

Dia mengharapkan, kegiatan seperti ini
terus diselenggarakan untuk meningkatkan keilmuan dan update terkini dalam meramu minuman kopi yang sesuai dengan perkembangan pasar.

Sementara itu letua panitia training barista, Muhammad Nawawi, mengatakan dengan kegiatan itu diharapkan dapat menghadirkan pengusaha baru sektor kopi di Aceh.

“Diharapkan kita mampu menciptakan variasi minuman berbahan baku kopi dengan karakter minuman yang otentik dan mampu memenuhi keinginan pasar nasional,“ ujar Muhammad Nawawi.

Menurutnya, perekonomian Aceh berdasarkan lapangan usaha masih didominasi oleh industri pertanian dan perdagangan.

“Dengan demikian diharapkan dapat tumbuh bisnis-bisnis baru dari ide kreatif anak muda Aceh yang nantinya mampu meningkatkan daya dorong ekonomi di Provinsi Aceh menjadi lebih baik,” ujarnya. (Cut Nauval)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments