Sabang (Waspada Aceh)– Pulau Rubiah, yang terkenal dengan keindahan bawah lautnya, menjadi destinasi favorit masyarakat Medan, Sumatera Utara, dan warga dataran tinggi Gayo, Aceh Tengah, untuk mengisi liburan tahun baru.
Pada Rabu (1/1/2025), Pantai Rubiah Sabang ramai dipadati wisatawan dari berbagai daerah.
Pengunjung mengungkapkan bahwa daya tarik utama Pulau Rubiah adalah aktivitas snorkeling dan diving di perairan yang jernih. Bagi wisatawan yang belum terbiasa dengan snorkeling, tersedia pemandu yang siap memberikan arahan dasar.
Sementara itu, wisatawan yang enggan menyelam dapat menikmati keindahan bawah laut menggunakan boat kaca yang memungkinkan mereka melihat langsung ikan dan terumbu karang tanpa harus masuk ke air.
Untuk menikmati boat kaca, wisatawan cukup membayar Rp400.000 dengan pemandu. Alternatifnya, boat biasa tersedia dengan tarif Rp250.000.
Melalui, boat kaca ini, wisatawan dapat menikmati keindahan bawah laut. Selain itu, wisatawan juga bisa menjelajahi keasrian tepi sekeliling Pulau Rubiah.
Air laut yang jernih kebiruan menambah pesona Pulau Rubiah, menjadikannya destinasi yang cocok untuk keluarga maupun individu yang mencari ketenangan.
“Liburan kali ini seperti barter. Warga Aceh Tengah banyak yang ke Sabang karena bosan di kampung. Sebaliknya, banyak warga Sabang yang memilih liburan ke dataran tinggi Gayo,” sebut wisatawan asal Aceh Tengah, Novera.
Lonjakan Wisatawan
Menurut Ema Suryani, seorang pedagang di Pantai Rubiah, jumlah pengunjung meningkat signifikan sejak 20 Desember 2024.
“Kunjungan wisatawan lumayan padat dibandingkan tiga atau empat bulan lalu,” ujarnya.
Namun, Ema mengeluhkan ketidakadilan dalam pembagian pendapatan di area wisata. Dia menyoroti praktik beberapa pemandu wisata yang mengarahkan tamu untuk makan di kafe tertentu, bahkan kafe milik pemandu.
“Pendapatan pedagang jadi tidak merata. Kalau tamu tidak ada pemandu, mereka bebas memilih sendiri ke kafe mana mau duduk,” katanya.
Karena itu, Ema menyarankan agar pemandu hanya mengurus sewa pelampung dan tidak terlibat dalam urusan tempat makan tamu.
“Cukup cari uang di pelampung saja. Jangan menyerobot ke tempat kami cari uang disini. Intinya, hangan melobi tamu untuk makan di salah satu cafe agar kami juga bisa cari makan disini,” tuturnya. (*)