Senin, Maret 4, 2024
Google search engine
BerandaWisata & TravelWarga Medan, Pekanbaru Hingga Padang "Serbu" Banda Aceh

Warga Medan, Pekanbaru Hingga Padang “Serbu” Banda Aceh

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Warga dari luar Aceh mulai menyerbu Kota Banda Aceh di musim liburan akhir tahun ini. Tidak hanya wisatawan dari Medan, namun juga Pekanbaru, Padang, hingga dari Jawa Timur memadati sejumlah objek wisata di Aceh.

Pantauan Waspadaaceh.com, Minggu (25/12/2022), warga Medan, Pekanbaru, Padang, Tapanuli Selatan (Tapsel), hingga Lampung terlihat memadati objek wisata Pantai Lampuuk, Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Pantai ini jaraknya sekitar 45 menit dari Pusar Kota Banda Aceh.

Terlihat mobil berplat BA, BM, BH, BB hingga AD berlibur di salah satu pantai andalan kabupaten yang memiliki banyak objek wisata di Aceh itu. Mobil tersebut membawa banyak orang untuk berlibur.

Lokasi pantai ini memang dikenal memiliki pemandangan indah dengan air biru serta jajaran tebing hijau yang menjulur ke laut. Lokasi ini menjadi salah satu pantai yang terkenal di Aceh yang wajib dikunjungi wisatawan.

“Kami satu keluarga disini, ada anak dan cucu. Liburan sampai tahun baru, mau keliling Banda Aceh. Rencana mau ke Sabang juga nanti kalau tidak ramai. Biar keluarga senang. Berhubung sedang libur sekolah juga,” kata Nurdin Siregar yang datang dari Padang Sidempuan saat berlibur di Pantai Lampuuk.

Banyak masyarakat dari berbagai daerah di Sumatera yang mengunjungi Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh, jelang akhir tahun 2022. (Foto/sulaiman achmad)

Selain di pantai, Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh menjadi objek wisata yang paling banyak dikunjungi. Terlihat banyaknya mobil dari luar Aceh yang parkir di seputaran mesjid bersejarah tersebut.

Selain itu, mobil pribadi berplat AD dan B juga terlihat terparkir di parkiran basement masjid raya tersebut. Masjid ini juga menjadi saksi sejarah hebatnya sapuan tsunami 18 tahun lalu yang meratakan kawasan itu, dan masjid ini selamat.

Pengunjung terlihat berswaphoto serta berphoto dengan keluarga di masjid tersebut yang kebetulan di waktu Zuhur, payung sedang mengembang menyerupai payung di Masjid Nabawi, Madinah.

Percakapan dengan logat Medan, Padang, Jawa bahkan Mandailing terdengar dari wisatawan tersebut. Mereka terlihat antusias dan tidak mau meninggalkan momen mengabadikan diri di masjid itu sebagai bukti dokumentasi telah sampai di Banda Aceh.

“Kami dengar masjid ini saksi sejarah. Masjid ini bukti kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa. Banyak warga yang menyelamatkan diri dari tsunami ke masjid ini. Kami takjub melihatnya. Shalat di sini menjadi cerita tersendiri bagi saya,” ungkap Aslan, wisatawan dari Pekanbaru. (*)

Waspada Aceh on TV

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments