Takengon (Waspada Aceh) – Presiden RI Prabowo Subianto meninjau posko pengungsian korban banjir dan tanah longsor di Desa Gunung, Kecamatan Kebayakan, Aceh Tengah, Jumat (12/12). Kunjungan ini dilakukan setelah Presiden terlebih dahulu mengecek penanganan pengungsi di Aceh Tamiang.
Presiden Prabowo terlebih dahulu melaksanakan shalat Jumat di Masjid Al-Abrar, yang juga menjadi tempat pengungsian warga. Usai shalat, masyarakat yang telah berkumpul langsung mendekat untuk menyapa dan bersalaman dengan Presiden.
Suasana sempat hening ketika
Raodah, Ketua Tim Relawan Masak, menyampaikan langsung aspirasinya di hadapan Presiden. Dengan suara bergetar, ia mewakili para pengungsi yang masih menghadapi keterbatasan di lokasi.
“Rakyat Aceh Tengah mengucapkan terima kasih kepada Bapak yang telah hadir di Tanah Gayo tercinta ini,” ucapnya menahan haru.
Raodah menyampaikan kebutuhan penting yang mendesak, terutama logistik, air bersih, listrik, serta layanan telekomunikasi yang hingga kini masih lumpuh.
“Kami sangat membutuhkan logistik, Pak. Kekurangan air bersih, listrik, hingga Telkomsel pun tidak ada. Tidak ada jaringan, Pak,” ungkapnya.
Ia juga memohon percepatan penanganan terhadap rumah-rumah warga yang rusak akibat bencana.
“Mohon secepatnya dibantu rumah saudara-saudara saya yang terkena musibah, Pak,” pintanya.
Sapa Anak-Anak dan Cicipi Kuliner Gutel
Setelah berdialog dengan warga, Presiden Prabowo menyempatkan diri menyapa anak-anak di tenda pengungsian.
Mereka tampak antusias berebut bersalaman dan memeluk orang nomor satu di Indonesia tersebut.
Presiden kemudian melanjutkan peninjauan ke dapur umum. Di sana, ia mencicipi makanan khas Gayo, Gutel, yang disiapkan untuk kebutuhan konsumsi para pengungsi. (*)



