Jumat, Juli 19, 2024
Google search engine
BerandaAcehWapres Myanmar Kunjungi Anjungan Aceh, Napak Tilas Sejarah yang Sulit Dilupakan

Wapres Myanmar Kunjungi Anjungan Aceh, Napak Tilas Sejarah yang Sulit Dilupakan

Jakarta — Wakil Presiden (Wapres) Myanmar, Henry Van Thio didampingi Duta Besar Myanmar untuk Indonesia, Ei Ei Khin Aye, melakukan kunjungan ke Anjungan Aceh, Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, Minggu (20/10/2019). Kunjungan tersebut dalam rangka napak tilas hubungan antar dua negara Indonesia dan Myanmar.

Dalam kunjungan itu, Wapres Myanmar diterima Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta, Almuniza Kamal, mewakili Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, didampingi Subbid Promosi dan Pameran Anjungan Aceh TMII Jakarta, Cut Putri Alyanur.

Almuniza mengungkapkan, hubungan antara Indonesia dan Myanmar (dulu Burma) sudah terjalin sejak puluhan tahun lalu. Saat itu, Burma tengah dilanda konflik berkepanjangan antara dua kubu pemberontak, yaitu golongan kiri (The White Flag People Volunteers Organization) dan golongan ekstrem kanan, suku Karen di perbukitan.

“Atas dasar itu pula, akhirnya Myanmar saat itu meminta bantuan kepada Indonesia melalui Perwakilan Indonesia di Myanmar untuk menyewa pesawat Dakota DC-47, salah satu pesawat sumbangan masyarakat Aceh untuk dijadikan pesawat kepresidenan,” jelas Almuniza di Anjungan Aceh.

Dengan pesawat itu pula, tambah dia, pejuang Indonesia dulunya pernah menembus blokade Belanda dan melakukan penyelundupan berbagai jenis senjata, obat, alat komunikasi dari Myanmar ke Pangkalan Udara Blang Bintang dan Lhoknga, Aceh. Kemudian, dengan pesawat itu pula pemerintah Myanmar meredam pemberontak.

“Oleh karenanya, ada sejarah penting antara perjuangan Myanmar dalam melepaskan diri dari pemberontakan, dengan Dakota DC-47, atau dikenal dengan Seulawah RI-001. Sebab awalnya pesawat tersebut memang akan digunakan untuk pesawat kepresidenan,” jelas dia.

Dia juga menjelaskan, sejarah panjang Seulawah RI-001 itu pula yang akhirnya membawa Wapres Myanmar tersebut datang ke Anjungan Aceh TMII. Kunjungan tersebut dirasakan penting karena punya nilai sejarah yang begitu panjang.

“Bahkan, Seulawah pernah mendapat julukan sebagai ‘Sarang Rajawali’ atau The Eagle’s Nest saat resmi menjadi Indonesian Airways. Keberadaan pesawat ini juga tercatat sebagai salah satu pesawat yang tidak saja mengangkut kebutuhan militer di sana saat itu, tapi juga membawa para pemimpin Myanmar untuk melakukan berbagai keperluan kenegaraan,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Wapres Myanmar mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemerintah Indonesia, khususnya juga Pemerintah Provinsi Aceh karena masih menjaga dan merawat Seulawah RI-001.

Wapres juga memberikan apresiasi terhadap sambutan dan suguhan berbagai makanan khas Aceh usai berkeliling di dalam replika pesawat Seulawah RI-001 tersebut. (Ria/ks)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER