Banda Aceh (Waspada Aceh) – Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan komitmennya dalam pemulihan wilayah terdampak bencana.
Sebanyak 50 mahasiswa diterjunkan ke Gampong Geunteng, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, untuk melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berbasis pemulihan pascabencana.
Mahasiswa tersebut dilepas secara resmi oleh Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK, Drs. Abu Bakar, Sabtu (7/2/2026).
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya peran mahasiswa sebagai representasi kampus di tengah masyarakat, khususnya dalam menjaga etika, empati, serta menghormati adat dan budaya setempat.
“Kehadiran mahasiswa harus mampu membangun suasana yang hangat dan menumbuhkan semangat kebersamaan di tengah masyarakat yang sedang bangkit dari bencana,” ujarnya.
Kegiatan pengabdian ini diketuai oleh Fachrizal Ambia, dari Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (Penjaskesrek) FKIP USK.
Program tersebut turut melibatkan dosen lintas fakultas, di antaranya dari Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala.
Selama 20 hari pelaksanaan, para mahasiswa yang berasal dari berbagai fakultas dan tergabung dalam UKM Taekwondo USK akan memusatkan seluruh aktivitasnya di Gampong Geunteng.
Mereka mengusung program bertema “Penerapan Kompor Tekanan Tinggi Berbahan Bakar Minyak Jelantah dan Larutan Pembersih Kerak Hemat Air sebagai Solusi Energi dan Efisiensi Produksi Usaha Masyarakat Terdampak Bencana.”
Menurut Fachrizal, program ini dirancang sebagai solusi teknologi tepat guna yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat, terutama untuk mendukung efisiensi energi dan pemulihan usaha kecil pascabencana.
“Kami ingin pengabdian ini tidak sekadar program seremonial, tetapi benar-benar membawa manfaat, empati, dan harapan baru bagi masyarakat. Mahasiswa hadir untuk belajar sekaligus membantu proses pemulihan,” katanya.
Melalui keterlibatan mahasiswa lintas disiplin dan dukungan keilmuan dosen, USK berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Pidie Jaya dalam menghadapi masa pemulihan pascabencana. (*)



