Rabu, Juli 17, 2024
Google search engine
Beranda"Usai Dibajak Teroris, Pesawat Bintang Air Kecelakaan di Bandara SIM"

“Usai Dibajak Teroris, Pesawat Bintang Air Kecelakaan di Bandara SIM”

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Usai dibajak teroris di Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, pesawat Bintang Air 705 AR tujuan Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Aceh Besar mengalami kecelakaan.

Pesawat yang membawa 158 penumpang itu mengalami turbulensi yang mengakibatkan pesawat harus didaratkan secara darurat, Kamis (25/10/2018).

Usai mendarat di pinggir landasan, asap tebal terlihat membumbung dari sayap kanan. Sementara dari pintu darurat, ratusan penumpang dipandu petugas keluar menyelamatkan diri. Mereka dievakuasi dari badan pesawat yang sebagiannya sedang terbakar.

Sesaat kemudian dua unit pemadam kebakaran bersama petugas kesehatan tiba. Para petugas ini sibuk memadamkan api yang membakar pesawat dan menyelamatkan para penumpangnya. Para korban dievakuasi dari lokasi kejadian.

Asisten II Pemerintah Aceh, Taqwallah, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali dan Eksekutif General Manager Angkasa Pura II Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Yos Suwagiyono dan Forkopinda Aceh Besar salam kompak pada kegiatan simulasi penanggulangan kecelakaan pesawat tersebut, Kamis (25/10/2018). (Foto/Ist)
Asisten II Pemerintah Aceh, Taqwallah, Bupati Aceh Besar Mawardi Ali dan Eksekutif General Manager Angkasa Pura II Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Yos Suwagiyono dan Forkopinda Aceh Besar salam kompak pada kegiatan simulasi penanggulangan kecelakaan pesawat tersebut, Kamis (25/10/2018). (Foto/Ist)

Kejadian ini hanyalah simulasi yang digelar tim tpenyelamatan penerbangan yang digelar Angkasa Pura II, di Bandara Sultan Iskandar Muda. Lewat aksi itu, diharapkan seluruh operator yang bertugas di Bandara Blang Bintang itu lebih sigap dan siaga terhadap suatu kemungkinan yang terjadi.

Takwallah, Asisten II Setda Aceh, mengatakan, Pemerintah Aceh sangat mendukung kegiatan tersebut. Apalagi, peran Bandara Sultan Iskandar Muda dalam mendukung pembangunan Aceh sangat besar.

“Dengan adanya simulasi ini, seluruh personil di Bandara Sultan Iskandar Muda bisa lebih terlatih atas segala kemungkinan yang terjadi di bandara,” kata Takwallah.

Senada dengan Takwallah, Bintang Hidayat dari Otoritas Bandara Wilayah 2, mengatakan, simulasi keadaan darurat merupakan kewajiban airport terkait peraturan keselamatan penerbangan.

“Fungsi koordinasi dan latihan ini harus dilakukan untuk melatih stakeholder di airport sebagai bentuk antisipasi keadaan darurat,” kata Bintang Hidayat.

Sementara itu Eksekutif General Manager Bandara Sultan Iskandar Muda, Yos Suwagiyono, mengatakan, latihan penanggulangan darurat tersebut rutin dilaksanakan setiap 2 tahun sekali.

Tujuannya, kata Yos, adalah untuk menguji personil dalam hal mengantisipasi dan memberikan pertolongan pada korban kecelakaan pesawat udara. Juga, lanjut Yos, sekaligus menghindari kerugian yang lebih besar sebagai dampak dari suatu kecelakaan.

“Kami berharap kegiatan latihan ini dapat menginspirasi kita akan pentingnya menciptakan sistem penanggulangan darurat yang handal dan dapat diaplikasikan jika memang terjadi keadaan darurat,” kata Yos Suwagiyono. (Ria)

BERITA TERKINI

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER