Aceh Utara (Waspada Aceh) – UPTD Puskesmas Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, bersama Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI, menjemput Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telah dipasung oleh keluarganya di tenda pengungsian pada Kamis (29/1/2026).
Penjemputan ODGJ berinisial MG (45 tahun), warga Gampong Meunasah Blang, Kecamatan Langkahan, dilakukan guna dirujuk ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Aceh Utara agar mendapatkan pelayanan medis kejiwaan.
Kepala UPTD Puskesmas Langkahan, Suwardi, S.K.M., kepada wartawan menyebutkan, penjemputan dilakukan karena ODGJ tersebut telah membahayakan orang lain hingga melakukan pengrusakan rumah warga.
“Pasien ini salah satu korban banjir bandang; rumahnya hilang diterjang banjir pada akhir November 2025 lalu. Saat ini ia tinggal di tenda pengungsian bersama dua anak laki-laki yang berumur 18 tahun dan 8 tahun, sedangkan isterinya sudah lama berpisah dengannya,” kata Suwardi.
Dikatakannya, kondisi kesehatan pasien yang mengalami gangguan jiwa sudah hampir sepuluh tahun. Bahkan, ia sudah berulang kali mendapatkan perawatan medis di RSUCM maupun RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA) di Banda Aceh.
“Sepekan lalu sudah dibawa lagi ke RSUCM dengan kondisi kesehatan yang mulai agak menurun, sehingga dipulangkan ke kampung. Beberapa hari berada di tenda pengungsian, penyakitnya kambuh lagi dan menganggu orang lain. Oleh karena itu, warga dan keluarganya berupaya melakukan pasung untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan,” jelasnya.
Untuk mencegah hal serupa terjadi, pihak Puskesmas bersama relawan TCK Kemenkes RI merujuknya kembali ke rumah sakit menggunakan mobil ambulans Puskesmas Simpang Tiga, Kecamatan Langkahan. Pasalnya, ambulans milik Puskesmas Langkahan sudah rusak parah akibat dihantam banjir bandang.
“Khusus di Kecamatan Langkahan, ada sekitar 30 pasien ODGJ yang sudah tertangani seluruhnya. Sebagian dirawat di rumah sakit dan sebagian lagi dirawat mandiri di rumahnya. Dari puluhan pasien tersebut, hanya MG yang dikategorikan kondisinya belum stabil,” pungkasnya. (*)



