Jumat, April 19, 2024
Google search engine
BerandaTiket Banda Aceh-Medan Masih Mahal, KPPU Telaah Informasi dari Lion Group dan...

Tiket Banda Aceh-Medan Masih Mahal, KPPU Telaah Informasi dari Lion Group dan AirAsia

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Komisi Pengawas dan Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil I Medan menelaah informasi dari Lion Group dan AirAsia terkait mahalnya harga tiket pesawat rute Banda Aceh-Medan (PP). Salah satunya terkait harga minyak dunia yang naik.

“Kita telah memanggil Lion Air Group yang mengopreasikan Wings Air dan memanggil AirAsia. Perwakilan mereka datang ke kantor, dan kita lakukan pendalaman atas informasi yang diberikan mereka,” kata Kakanwil KPPU Wilayah I Medan, Ridho Pamungkas, kepada Waspadaaceh.com, Selasa (21/6/2022).

Ridho mengatakan, atas informasi tersebut, diketahui beberapa faktor penyebab harga tiket pesawat tinggi dan turun saat AirAsia masuk ke rute tersebut. Hadir mewakili Lion Group adalah Juli Aspita, Area Manager Lion Group, Area Sumatera Bagian Utara, dan dari AirAsia diwakili oleh Benjamin H Siahaan, Station Manager Indonesia Airasia at KNO.

“Lion Group menjelaskan kenaikan harga tiket untuk maskapai terpaksa dilakukan karena kenaikan harga minyak dunia yang melonjak drastis dari Rp9.000/liter menjadi Rp15.000/liter. Terlebih lagi ada masa pandemi COVID-19 yang membuat bisnis penerbangan sangat terpuruk,” ujarnya.

Lalu informasi lain adalah banyaknya pegawai yang di-PHK dan banyak armada pesawat yang dikembalikan. Sedang terkait penurunan harga, Wingsair terpaksa menurunkan harga tiket demi bersaing dengan maskapai lain seperti AirAsia pada rute KNO-Banda Aceh.

“Dalam hal penentuan tarif ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan selain faktor persaingan dengan maskapai lain, misalnya faktor keterisian jumlah penumpang. Pihak Wings Air, mereka menerapkan semacam subsidi silang agar tetap dapat melayani rute-rute yang keterisiannya masih sangat kurang dan cenderung rugi. Terkait penentuan tarif dan rinciannya, Wingsair sedang mempersiapkan data untuk diserahkan kepada KPPU,” ungkapnya.

Sementara Benjamin dari AirAsia, mengatakan, penentuan tarif ditentukan oleh manajemen kantor pusat yang dimuat dalam sistem online. Station Manager di KNO tidak tahu tentang penentuan harga.

“Sedangkan keterisian penumpang untuk rute KNO-Banda Aceh masih sekitar 50%. Pihak AirAsia juga akan segera menyampaikan data sebagaimana yang diminta oleh KPPU,” jelasnya.

Ridho mengungkapkan, berdasarkan hasil pantauan terkait tiket pesawat pada minggu ini diketahui masih terjadi pola yang sama, harga tiket Medan – Banda Aceh akan turun pada hari di mana AirAsia juga beroperasi, yakni Selasa, Jumat dan Minggu.

“Tim juga menemukan apabila pembelian dilakukan melalui aplikasi penjualan tiket online, terdapat tarif yang dijual di atas Tarif Batas Atas (TBA). Untuk tanggal 1 Juli 2022, Citilink mematok tiket penerbangan untuk rute Medan – Banda Aceh di harga Rp1.657.032, sedangkan TBA untuk jenis pesawat ATR adalah Rp1.364.000. Bila ditambahkan dengan fuel surcharge yang masih diperbolehkan sebesar 20%, akan menjadi Rp1.636.800. Artinya harga masih tetap di atas ketentuan,” tuturnya.

Dalam pertemuan tersebut, KPPU kembali mengingatkan kepada maskapai untuk tidak memanfaatkan posisi monopolinya untuk menetapkan tarif tinggi, ataupun melakukan praktek jual rugi dalam rangka menyingkirkan pesaing pada rute yang sama dengan tujuan untuk kembali menguasai pasar secara monopoli.

“Dalam pertemuan itu dengan Lion Group, KPPU juga mendorong pihak Wings Air untuk mengikuti program kepatuhan dari KPPU. KPPU Kanwil I sendiri kembali akan mendalami harga tiket yang ditetapkan maskapai,” tegasnya. (sulaiman achmad)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER