Banda Aceh (Waspada Aceh) – Suasana Masjid Baiturrahmah, Gampong Lampoh Daya, Kecamatan Jaya Baru, Kota Banda Aceh, terasa begitu khidmat pada Minggu (18/10/2026) pagi.
Seusai shalat Subuh, sekitar 300 jamaah berkumpul untuk memperingati Maulid Nabi Besar Muhammad SAW, meneladani suri tauladan dan kemuliaan akhlaknya, senantiasa menjadi cahaya bagi ummat sepanjang zaman.
Penceramah pada kesempatan itu, Tgk Ibnu Sa’dan, M.S. asal Aceh Utara. Dia mengajak jamaah merenungkan kasih sayang luar biasa Rasulullah SAW yang tak pernah terputus, bahkan di saat-saat terakhir beliau hidup di dunia.
“Hingga di akhir hayatnya, Rasulullah tetap memikirkan nasib umatnya agar selamat dari siksa kubur. Betapa besar cinta Rasul kepada kita. Di detik-detik terakhirnya, yang beliau pikirkan bukan keluarganya, tapi keselamatan umatnya,” ujar Tgk Ibnu Sa’dan dengan suara yang menyentuh hati jamaah.

Lebih dalam, ia memaparkan kemuliaan nama Nabi Muhammad SAW yang sudah tercatat di sisi Allah jauh sebelum beliau lahir ke dunia. Dikisahkan, ratusan tahun setelah Nabi Adam AS diturunkan ke bumi, doa dan taubatnya belum direspon hingga beliau menyelipkan nama Muhammad SAW dalam permohonannya.
Ketika ditanya Allah dari mana ia mengenal nama itu, Adam menjawab melihat nama Muhammad tertulis di samping nama Allah di Arsy.
“Pastilah ini orang yang sangat mulia karena namanya bersanding dengan nama Sang Pencipta. Nama itu sudah ada di Arsy jauh sebelum Nabi Muhammad lahir ke dunia,” tegasnya. Bahkan, dunia ini pun tercipta karena keagungan beliau.
Peringatan yang berlangsung khidmat sejak ba’da Subuh hingga menjelang waktu Dhuha ini juga dihadiri Guru Besar UIN Ar-Raniry, Prof. Syamsul Rizal, para alim ulama, tokoh masyarakat, serta warga sekitar Lampoh Daya.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan santap pagi yang hangat. Tersedia hidangan istimewa olahan Pak Yan Nasional, koki ternama warga setempat, yang disambut syukur oleh seluruh jamaah yang hadir. (*)



