Minggu, Mei 19, 2024
Google search engine
BerandaLaporan KhususTetap Utamakan Prokes, PTM di Agara Berjalan Aman

Tetap Utamakan Prokes, PTM di Agara Berjalan Aman

“Tidak ada kasus paparan COVID-19 terhadap warga pendidikan yang tengah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Aceh Tenggara”

— Kacabdisdik Aceh Tenggara, Jepry RM —

Pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Aceh Tenggara, berjalan aman dan tidak ditemui paparan COVID-19 terhadap siswa maupun tenaga pengajar.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Aceh Wilayah Kabupaten Aceh Tenggara, Jufri RM, kepada Waspadaaceh.com, Rabu (23/03/2022), mengatakan, pembelajaran tatap muka di Aceh Tenggara, berjalan dengan aman dan tetap mengutamakan peraturan protokol kesehatan COVID-19.

Dia mengatakan, semua sekolah tingkat atas di Aceh Tenggara telah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka. Sejauh pelaksanaannya, tidak ditemui paparan COVID-19. “Tidak ada kasus paparan COVID-19 terhadap warga pendidikan yang tengah menyelenggarakan pembelajaran tatap muka di Aceh Tenggara,” sebutnya.

Para siswa SMAN 1 Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, tetap melaksanakan prokes yang ketat dalam mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM). (Foto/samsuri)

Untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka, kata dia, Dinas Cabang Pendidikan Aceh di Aceh Tenggara, terus mengawasi jalannya proses belajar mengajar siswa dengan ekstra ketat terutama dalam menerapkan protokol kesehatan. Dalam penyelenggaraan, kata dia, siswa dan tenaga pengajar sebelum dan sesudah memasuki ruang sekolah, diwajibkan mengukur suhu tubuh, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker.

Sedangkan untuk capaian program vaksinisasi, jelasnya, hampir dari semua siswa dan tenaga pengajar sudah melaksanakan vaksin tahap II yang mencapai 98 persen dari jumlah warga pendidikan.

Kacab Dinas Pendidikan menjelaskan, dari jumlah 8.752 siswa dan 1.203 guru dan tendik yang menyebar di 46 sekolah lanjutan tingkat atas di Aceh Tenggara, sampai saat ini terus menjalankan pembelajaran tatap muka.

Menurut Kacab Dinas Pendidikan, meski paparan COVID-19 belum ada ditemui pada tahapan pembelajaran tatap muka, namun perlu terus diwaspadai. Sebab kata dia, bisa saja seketika COVID-19 menyebar tanpa diketahui.

Percaya kepada Pihak Sekolah

Salah seorang wali murid, Zulkifli, warga Lawe Sumur, Aceh Tenggara, kepada Waspadaaceh.com, Rabu (23/03/2022), mengatakan, dia sangat yakin pihak sekolah bisa menjaga dan melindungi para siswa dari paparan COVID-19. Zulkifli menyebutkan, anaknya saat ini menempuh pendidikan di SMAN 1 Kutacane yang sudah memberlakukan pembelajaran tatap muka.

Wali murid siswa, Zulkifli. (Foto/samsuri)

Menurut dia, pihak sekolah bisa melindungi siswa yang sedang menempuh pendidikan di sana, selain karena memiliki fasilitas seperti pengukur suhu tubuh, alat mencuci tangan, pengaturan jarak, karena prokes di sekolah itu dijalankan dengan sangat ketat.

Kata dia, sejak dari hari pertama diberlakukan pembelajaran tatap muka di sekolah tersebut, dia menyambutnya dengan senang hari. Karena sebelum pembelajaran tatap muka dilaksanakan, terlebih dahulu ditinjau langsung oleh para wali murid masing-masing untuk melihat kesiapan pihak sekolah.

”Saya yakin dengan yang diterapkan oleh pihak sekolah. Selain diwajibkan memakai masker dan lainnya, pihak sekolah juga bekerja sama dengan pihak Satgas untuk pencegahan penyebaran COVID_19,” katanya.

Tidak Khawatir

Ubaydillah, siswa SMAN 1 Kutacane, mengatakan, tidak ada yang mesti dikhawatirkan, namun harus juga mengikuti protokol kesehatan. Dia mengatakan, sejak dilaksanakan pembelajaran tatap muka, proses belajar dan mengajar di sekolahnya berlangsung dengan efektif.

Ubaydillah, siswa SMAN 1 Kutacane. (Foto/samsuri)

Sedangkan di masa pembelajaran daring, dia tak sepenuhnya dapat menyerap mata pelajaran, katanya. Sehingga hal itu, kata dia, menyulitkan para siswa dalam mengejar ketertinggalan bila proses belajar mengajar dilaksanakan secara daring (online).

Terkait penyebaran COVID-19 yang bisa datang kapan saja, menurut dia, tidak usah terlalu dikhawatirkan. Sebab semua pencegahan paparan sudah dilaksanakan, berupa vaksinisasi dan tetap mematuhi pertokol kesehatan.

Menghilangkan Kejenuhan Siswa

Sedangkan Ketua Komisi D DPRK Aceh Tenggara, Zaini Selian, kepada Waspadaaceh.com, Kamis (24/03/2022), mengatakan, pembelajaran tatap muka adalah salah satu tindakan pemerintah untuk mengejar ketertinggalan siswa dalam menempuh pendidikan.

Ketua Komisi D DPRK Aceh Tenggara, Zaini Selian. (Foto/samsuri)

Menurutnya, pembelajaran tatap muka bahkan dapat menghilangkan rasa kejenuhan siswa yang sudah lama mengikuti pembelajaran secara daring. Pembelajaran tatap muka (PTM) sangat diharapkan terus bisa berjalan, ujarnya.

Numun, kata dia, meskipun sudah diperbolehkan pembelajaran tatap muka, dia berharap, agar warga pendidikan tetap disiplin mengikuti protokol kesehatan. Hal itu guna memperlancar proses pembelajaran di bumi Sepakat Segenep ini, katanya.

PTM Berlangsung Aman

Kepala SMAN 1 Kutacane, Salihin, ditemui Waspadaaceh.com, Senin (21/03/2022), mengatakan, pembelajaran tatap muka berlangsung dengan aman. Para siswa dan guru menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan sebelumnya juga telah menjalani vaksinisasi.

Kepala SMAN 1 Kutacane, Salihin. (Foto/samsuri)

Menurut dia, sejak awal pembelajaran tatap muka, siswa dan tenaga pengajar sebelum memasuki ruang utama sekolah, terlebih dahulu diwajibkan, mengukur suhu tubuh, mencuci tangan, menjaga jarak serta memakai masker.

Dia mengakui, karena para siswa selama ini mengikuti pembelajaran di tengah masa pandemi COVID-19, dan lama melaksanakan pembelajaran secara daring (online), menyebabkan capaian kurikulum menurun.

Untuk itu, kata dia, melalui pembelajaran tatap muka (PTM) sekarang ini, dia berharap para siswa dan guru mampu mengejar ketertinggalan untuk mencapai tingkat pendidikan yang lebih baik sesuai dengan target krikulum.

“Insyaallah tahun ajaran depan dapat dimaksimalkan seperti capaian sebelum mewabahnya COVID-19,” katanya. (samsuri)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER