Jelang Hardikda, Ketua Komisi VI DPRA: Pendidikan Aceh Perlu SDM yang Mumpuni

    BERBAGI
    Anggota DPR Aceh Tgk.H.Irawan Abdullah. (Foto/Ist)

    Banda Aceh (Waspada Aceh) – Ketua Komisi VI DPRA, Tgk Irawan Abdullah mengatakan, dalam meningkatkan mutu pendidikan, Aceh memerlukan sumber daya manusia yang mumpuni.

    “Berkaitan dengan Hardikda, bahwa kondisi pendidikan Aceh yang kita lihat sekarang ini masih banyak hal yang harus dilakukan perubahan. Terutama sumber daya manusia (SDM) dalam bidang pendidikan,” ucap Irawan Abdullah kepada Waspadaaceh.com, Selasa (31/8/2021).

    Dia melanjutkan, perubahan yang dilakukan harus dari hulu hingga ke hilir. Seperti pihak pelaksana Dinas Pendidikan sampai dengan guru-guru yang mengajar pada institusi lembaga pendidikan yang ada di Aceh.

    Anggota DPRA Dapil Sabang, Aceh Besar dan Banda Aceh ini berharap, SDM yang ada di dunia pendidikan Aceh itu adalah betul-betul SDM yang memang mengetahui bagaimana seluk beluk dan perjalanan atau pengetahuan tentang pendidikan.

    Wakil Ketua Fraksi PKS DPR Aceh ini juga menuturkan, khususnya untuk guru-guru perlu diupgrade dengan berbagai macam pelatihan, pembinaan terhadap bagaimana cara dan teknis mengajar siswa dalam tantangan dunia teknologi yang semakin berkembang.

    “Untuk meningkatkan mutu pendidikan di masa COVID-19 ini memang ibarat kita memakan buah simalakama. Karena kondisi pandemi yang tidak jelas kapan ujungnya. Pandemi yang membuat sistem pendidikan secara tatap muka, berubah menjadi sistem daring,” katanya.

    Dia menyebutkan, dalam sistem daring tentunya memiliki kelemahan, di mana materi yang diberikan kepada siswa pada prinsipnya tidak tersampaikan secara maksimal.

    “Oleh karenanya kami berharap melalui Dinas Pendidikan Aceh perlu dipastikan kita ada kurikulum yang dibuat untuk sistem yang sifatnya daring seperti sekarang ini,” harap Irawan Abdullah.

    Kondisi seperti sekarang ini, ucap Irawan Abdullah, tentunya sangat dibutuhkan peran berbagai elemen, yang juga di dalamnya masyarakat serta orangtua siswa untuk berpartisipas dalam menunjang mutu pendidikan menjadi lebih baik.

    “Jadi kita berharap partisipasi masyarakat ini juga lebih aktif ketika pandemi ini, dalam memberikan masukan-masukan kepada siswa untuk menggunakan teknologi dengan baik. Jangan sampai siswa candu bermain game,” tutupnya. (Kia Rukiah)