Banda Aceh (Waspada Aceh) – Kabar duka menimpa keluarga besar PABBSI dan KONI Aceh. Penyumbang dua emas di PON berbeda untuk Aceh, yakni Tarso, 48 tahun, kondisinya kritis di RSUD Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh, akibat kecelakaan lalu lintas saat hendak menuju kantor Dispora Aceh, Rabu pagi tadi (1/7/2020.
Informasi Waspada terima dari kerabat dan pengurus PABBSI Aceh, Tarso yang kini asisten pelatih atlet angkat besi atlet Pelatda Koni Aceh, Rabu pagi mengendarai sepeda motor dari arah Krueng Raya – Banda Aceh. Di simpang lampu merah depan Masjid Oman Lampriet, dia bertabrakan keras dengan sepeda motor lain dari arah Dispora menuju Stadion H. Dimurtahala, Banda Aceh.
Kedua kendaraan bermotor itu dilaporkan rusak berat dan kedua pengendara kondisinya kritis. Oleh warga sekitar, kedua korban, yang salah satunya Tarso, dilarikan ke RSUDZA, yang hanya berjarak sekitar 200 meter dari TKP.
Tarso, kata Ketum PABBSI Aceh, T.Rayuan Sukma, hingga Rabu sore ini belum sadarkan diri. “Sekarang sudah di ruang operasi,” jelas dia.
Keterangan dari group WA KONI Aceh, mendapat penjelasan dari dokter spesialis syaraf, dr.Bustami dan dr.Syahrul, ada pembekuan darah di bagian kepala. Bila tidak segera dioperasi kemungkinan korban bisa mengalami amnesia.
“Kita berharap tim dokter akan mengerahkan kemampuan maksimal agar Tarso bisa kembali pulih seperti sedia kala,” harap mantan Kedispora Aceh, ini dengan nada sedih.
Di tengah musibah laka lantas tersebut, banyak pihak prihatin termasuk Ketua Harian KONI Aceh, Kamaruddin Abubakar alias Abu Razak. Dia meminta agar Tarso ditangani secara serius dan mendapat fasilitas asuransi, karena dia adalah salah seorang pelatih Pelatda KONI Aceh, yang dipersiapkan untuk PON Papua 2021.
“Alhamdulillah atas nama Pengprov PABBSI Aceh saya mengucapkan terimakasih atas kepedulian yang luar biasa dari seluruh teman-teman pengurus KONI Aceh, terutama Abu Razak,” tulis Rayuan di status WA.
Terpisah, Efendy Eria, pelatih angkat besi atlet PABBSI Aceh, yang merupakan kolega korban, terlihat sangat sibuk mengurus perawatan Tarso di RSUDZA.
“Saya sekarang sedang di rumah sakit ini bang, moga Tarso bisa segera ditengani tim dokter,” pinta Efendy Eria, yang juga teman Tarso di kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh, itu.
Kata dia, Tarso pernah mempersembahkan medali emas angkat besi dua kali pada event PON berturut-turut, yakni PON 2004 di Palembang dan 2008 di Kalimantan Timur dikelas 105 Kg.
Angkatan Tarso, kata Efendy Eria, sampai sekarang belum terpecahkan Rekornas atas nama Tarso. Sayang karena sibuk di RS, Efendy Eria, lupa skor angkatan Tarso tersebut. (b01)