Beranda Tulisan Feature Syahfreadi SAF, Sang Penakluk Ibukota dari Aceh

Syahfreadi SAF, Sang Penakluk Ibukota dari Aceh

BERBAGI
Dokter SAF (dua dari kiri), bersama penulis dan rekan-rekan jurnalis sedang asyik menyeruput kopi di sebuah kafe kawasan mewah di Jakarta Pusat, Kamis (9/12/2021). (Foto/Ist)

Seringnya datang di kantor perwakilan Harian Waspada di Banda Aceh, maka tak heran, sosok ini familiar dengan dunia wartawan.

Bicaranya ceplas ceplos, komunikatif, ramah, hamble dan tentu saja cukup cerdas. Itulah sosok sobat lama, seorang dokter. Belum lama ini penulis bertemu dengannya sambil nyeruput kopi di sebuah kafe di pusat kota Jakarta.

Dulu, saat masih sebagai mahasiswa kedokteran di FK Unsyiah Banda Aceh, dia menjadikan kantor Perwakilan Harian Waspada di Peunayong, Banda Aceh, menjadi markasnya bersama sobat kecilnya di SD hingga SMA, Abror Muslim. Kini, sohibnya itu sudah menjadi Profesor Teknik Kimia Unsyiah USK (kini USK).

Seringnya datang di kantor perwakilan Harian Waspada di Banda Aceh, maka tak heran, sosok ini familiar dengan dunia wartawan. Begitu menerima pesan WhatsApp, sang dokter ini langsung setuju. Usai praktik, dia meluncur di jalanan malam kota Jakarta yang padat dan sibuk, untuk melepas rindu dengan kami.

Kamis (10/12/2021), kami ngopi bersama. Terlalu asyik ngobrol, tanpa terasa hari pun berganti, Jumat dini hari (11/12/2021), baru kami beranjak dari The Acre Coffee, Menteng, Jakarta Pusat.

Rupanya, tempat tongkrongan yang baru enam bulan dibuka ini, milik sebuah perusahaan jasa kuliner, bernama Indo Boga SAS Kuliner.

Sobat lama tadi merekomendasikan kepada kawan-kawan dan koleganya bila sedang di “Betawi,” dapat mencicipi kopi serta makanan berat dan ringan di sini.

Cahya, sebagai leader kapten flour di sini bilang, makanan paling digemari selain nasi goreng kampung, pasta, tongseng, juga sop buntut yang rasanya lumayan lezat. Maka masing-masing kami, malam itu memilih sesuai selera.

Siapa teman yang dengan senang hati menjamu kami tadi?

Dialah, Syahfreadi alias SAF dig. Laki-laki ini berasal dari Lhoksukon, tempatnya, Gampong Bintang Hu, Aceh Utara. Alumni kedokteran Unsyiah itu, kini menjadi seorang Ahli Bedah (dengan izin Allah tentunya), menyambung nyawa pasien.

Dokter SAF dan timnya sedang persiapan melakukan operasi terhadap pasien. (Foto/Ist)

Spesialis Bedah Konsultan Digestif alias Saluran Pencernaan dan Hepato Bilier, jebolan Kedokteran USU Bag Bedah, ini terus mengasah kemampuan dan terus belajar. Dia mendapat gelar sebagai Konsultan Bedah Konsultan Saluran Pencernaan alias Digestif dari RSUD dr. Soetomo, Surabaya.

Kawasan operasinya di wilayah Tangerang Selatan. Maka, tidak heran bila dia sering bersinggungan dengan Wali Kota, Airin Rachmi Diany, yang dikenal cantik dan smart itu.

Selanjutnya dia membuka praktik di kawasan Ibukota Jakarta, wilayah Selatan dan Depok. Lebih sewindu SAF – begitu kami memanggilnya, menggeluti profesi sebagai dokter bedah, hingga dia menjelma menjadi penakluk alias kuli pasien yang membutuhkannya di ibukota dan sekitarnya.

Tentu saja dedikasinya membantu sesama yang membutuhkan keahliannya itu, patut diapresiasi. Prestasinya ini tentu saja membuat bangga kerabat dan sahabat lamanya, termasuk kami, yang pada malam menjelang dini hari itu masih mendengar canda dan celotehnya.

Itulah dia, dr SAF, sang menakluk ibukota. (Aldin NL)