Minggu, April 21, 2024
Google search engine
BerandaAcehSkrining Kesehatan, 1 Warga Binaan Lapas Kelas II Lhoksukon Reaktif Sipilis

Skrining Kesehatan, 1 Warga Binaan Lapas Kelas II Lhoksukon Reaktif Sipilis

Aceh Utara (Waspada Aceh) – Satu dari 60 warga binaan pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Lhoksukon Kabupaten, Aceh Utara, terindikasi reaktif sipilis atau infeksi menular seksual (IMS).

Hal itu diketahui setelah warga binaan menjalani pemeriksaan skrining kesehatan di Lapas setempat, Kamis (11/01/2024), kata Plt Kepala Lapas kelas IIB Lhoksukon, Rusli.

Dia menyebutkan, pemeriksaan kesehatan kepada puluhan warga binaan rutin dilakukan atau setiap 3 bulan sekali. Tujuannya untuk mengecek secara langsung penyakit yang diderita warga binaan, apakah ada terjangkit penyakit menular ataupun penyakit lainnya.

“Program pemeriksaan kesehatan untuk warga binaan ini, kita sudah melakukan penandatanganan MoU antara Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh Utara melalui Puskesmas Lhoksukon,tentang kesehatan, untuk penanganan penyakit menular HIV, Penyakit Infeksi Menular Seksual (PIMS), TB, skrining kesehatan jiwa, pemantauan kesehatan lingkungan,”kata Rusli.

Dikatakan, tahun 2023 lalu, ada 12 warga binaan yang terindikasi penyakit menular,TBC atau TB yang merupakan penyakit menular akibat infeksi bakteri, sehingga mereka ditempatkan di kamar khusus.

“Untuk awal tahun ini pemeriksaan kesehatan itu berjumlah 60 orang dari 332 orang termasuk 8 warga binaan perempuan. Tahap selanjutnya nanti akan disesuaikan kembali, sehingga pemberian Pelayanan Kesehatan kepada warga binaan secara Optimal,”jelasnya,

Sementara Kepala Puskesmas Lhoksukon, Ibnu Khaldun didampingi Pengelola Program HIV Puskesmas setempat, Ns. Susanti Lesiana Sari. Dia menyebutkan kegiatan pemeriksaan kesehatan penyakit menular HIV, TB, IMS (infeksi Menular Seksual), rutin dilakukan tiga bulan sekali.

“Jika ada yang terindikasi penyakit menular, maka kita akan memberikan pelayanan selanjutnya atau pengobatan serta edukasi terhadap pasien dimaksud. Skrining itu dilaksanakan dalam setahun empat kali,” pungkasnya. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER