Banda Aceh (Waspada Aceh) – Banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir berdampak luas terhadap aktivitas masyarakat. Selain merusak infrastruktur dan memutus akses jalan, bencana ini juga menyebabkan gangguan serius pada jaringan telekomunikasi dan pasokan listrik.
Warga yang memiliki keluarga di daerah terdampak seperti Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, hingga Pidie mengaku tidak bisa menghubungi sanak saudara sejak jaringan mulai melemah. Ketidakmampuan memperoleh kabar membuat kecemasan semakin meluas.
Suci Aprilia, warga Banda Aceh yang keluarganya berada di Bener Meriah, mengatakan sudah tiga hari tidak mendapat informasi apa pun dari orang tuanya.
“Saya terus mencoba menghubungi, tetapi tidak tersambung. Sudah tiga hari tidak ada kabar. Kami sangat khawatir,” ujar Suci, Minggu (30/11/2025).
Hal serupa juga disampaikan Rizal, warga Aceh yang kini bekerja di Jakarta. Ia mengaku belum dapat menghubungi keluarganya di Langsa sejak jaringan mulai terganggu.
“Biasanya kami video call setiap malam. Sejak banjir meluas, tidak ada kabar sama sekali. Saya hanya bisa menunggu informasi dari teman di Aceh,” kata Rizal.
Gangguan jaringan yang meluas terjadi akibat kerusakan infrastruktur telekomunikasi di sejumlah titik. Beberapa menara BTS tidak berfungsi karena listrik padam berjam-jam bahkan berhari-hari. Kondisi ini diperburuk oleh akses jalan yang terputus sehingga teknisi kesulitan menjangkau lokasi untuk melakukan perbaikan.
Hingga kini, warga di berbagai daerah berharap pemulihan jaringan dapat dipercepat agar mereka bisa memastikan kondisi keluarga yang berada di kawasan bencana. (*)



