Jumat, Juni 14, 2024
Google search engine
BerandaAcehSemua Gampong di Pidie Wajib Anggarkan Dana Cegah COVID-19

Semua Gampong di Pidie Wajib Anggarkan Dana Cegah COVID-19

Sgli (Waspada Aceh) – Pemerintah Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, mendorong setiap gampong (desa) wajib mengalokasikan dana dalam Anggaran Pendapatan Belanja Gamong (APBG) minimal Rp50 juta, untuk menanggulangi penyebaran virus Corona (COVID-19).

“Setiap desa kami wajibkan menaikkan anggaran Rp50 juta, itu minimal. Kemudian setiap desa juga kami wajibkan membentuk relawan melawan Corona, dan ini sesuai dengan surat edaran,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Pidie, Samsul Azhar, pada acara rapat koordinasi dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten (DPRK) Pidie, Selasa (31/3/2020).

Kata dia, Kabupaten Pidie yang memiliki 730 gampong, akan mudah dipantau kesehatan warganya oleh relawan Lawan Corona Gampong. Apabila ada warga yang suspect Corona, dan mereka melakukan isolasi mandiri di rumahnya, maka akan diberikan bantuan sembako maksimal Rp200.000.

Apabila ada kejadian luar biasa, itu nantinya akan ditetapkan oleh tim gugus kabupaten, dan mungkin selanjutnya akan diperbup,” kata Samsul Azhar.

Dia menjelaskan, penggunaan dana gampong tersebut bisa dipakai untuk penyemprotan desinfektan dan penyediaan bahan-bahan lainnya yang dibutuhkan warga dalam menanggulangi penyebaran virus Corona.

“Kami juga akan segera menyampaikan surat edaran kepada semua camat dan kita minta bantu juga kepada para pendamping desa untuk memastikan penggaran ini,” tandasnya.

Kadis Kesehatan Kabupaten Pidie, Efendi, mengatakan, pihaknya sudah lama melakukan sosialisasi terhadap penyebaran virus Corona. Terutama sosialisasi itu dilakukan kepada jajarannya di semua Puskesmas yang kemudian diteuskan kepada masyarakat.

Langkah selanjutnya Dinkes Pidie juga melakukan rapat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, diantaranya Wakil Bupati Pidie, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pidie, Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro dan Direktur RSUD Tgk Abdullah Syafi’i serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Direktur RSUD Tgk Chik Ditiro Sigli, Kabupaten Pidie dr.Muhammad Yassir, Sp.An, mengatakan, sejak jauh hari rumah sakit milik Pemkab Pidie tersebut telah mempersiapkan diri. Hal itu dilakukan karena potensi penyebaran virus Corona tersebut sangat besar resikonya.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Pidie, dr.Arika Husnayati Aboebakar, Sp.Og (K) dalam kesempatan itu melaporkan pihaknya sudah jauh hari melakukan imbauan ke masyarakat tentang bahaya virus Corona, dengan menggunakan berbagai saluran informasi, seperti media massa, media sosial, dan radio siaran yang ada di Kota Sigli. (b10)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER