Senin, Maret 4, 2024
Google search engine
BerandaAcehSeminar Literasi Digital: Jangan Mudah Percaya dengan Informasi yang Belum Diverifikasi

Seminar Literasi Digital: Jangan Mudah Percaya dengan Informasi yang Belum Diverifikasi

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaka) Universitas Syiah Kuala (USK) menggelar seminar literasi digital dengan tema “Beretika dan Moralitas dalam Konteks Digitalisasi” di Aula Sidang Fakultas Ekonomi Bisnis, Kamis (2/11/2023).

Seminar ini merupakan kerja sama antara Lembaga Digitalization Information Development (DID) dan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaka) USK, dengan dukungan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam USK, Prof. Dr. Faisal, dalam sambutannya mengatakan bahwa revolusi industri 4.0 telah berubah menjadi 5.0, yang membawa perubahan konteks kehidupan di berbagai bidang, termasuk ekonomi.

“Kemajuan digitalisasi seperti pisau dua sisi. Di satu sisi memberi manfaat, di sisi lain berdampak negatif. Ada budaya instan. Kita dapat informasi langsung dan memerlukannya. Update status. Informasi yang berkualitas bernilai,” ujar Prof. Faisal.

Ia juga menekankan pentingnya akademik atmosfer yang positif dan meningkatkan kemampuan berkomunikasi di era digital.
Seminar ini menghadirkan tiga narasumber yang membahas berbagai aspek terkait digitalisasi.

Pertama, Munandar, jurnalis Sea Today, yang menjelaskan tentang literasi digital, misinformasi, disinformasi, menangkal hoaks, dan tata cara cek fakta.

Munandar menjelaskan bagaimana tantangan digitalisasi membutuhkan keterampilan berpikir kritis dan analitis dalam mengonsumsi informasi.

“Jangan mudah percaya dengan informasi yang belum diverifikasi. Cek sumbernya, cek kebenarannya, cek konteksnya. Jangan menyebarkan informasi yang tidak jelas asal-usulnya atau yang bisa menimbulkan kegaduhan,” ucap Munandar yang juga Koordinator Forum Jurnalis Lingkungan Aceh.

Kedua, Sirajul Huda, salah satu pemimpin muda nasional Kemenpora tahun 2022, yang membahas tentang digitalisasi sebagai sarana berbisnis dan tips sukses di era digital melalui personal branding.

Ia menjelaskan pentingnya analisis SWOT terhadap diri sendiri untuk mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dalam berkarier atau berwirausaha.

“Kemudian manfaatkan media sosial Instagram sebagai personal branding. Tunjukkan identitas diri Anda yang unik dan profesional. Buat konten yang bermanfaat dan menarik bagi audiens Anda. Jalin hubungan baik dengan para pengikut Anda,” tutur Sirajul.

Ketiga, Rahmad Muchlyan, direktur DID, yang memberikan penjelasan tentang moralitas bermedia sosial, keamanan di era digital, dan cara memilah informasi yang bijak dalam konteks digital.

Ia juga mendorong anak muda untuk dapat berkarya yang positif di media sosial.Ia mengatakan saat ini Kementerian Kominfo gencar menggalakkan kampanye literasi digital di setiap titik dan segala sektor.

Seminar ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta yang antusias mengikuti materi dari para narasumber. Kegiatan ini dipandu oleh Cut Nauval Dafistri dan diakhiri dengan pembagian doorprize bagi peserta yang aktif berpartisipasi. (*)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments