Sabtu, April 5, 2025
spot_img
BerandaAcehSelama Puasa Penjualan Gas LPG Non Subsidi di Banda Aceh Menurun

Selama Puasa Penjualan Gas LPG Non Subsidi di Banda Aceh Menurun

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Selama bulan suci Ramadhan tahun 1444 Hijriah, penjualan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) non subsidi di Banda Aceh menurun.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Direktur Agen PT Geubri Phonna, Safura, saat ditemui Waspadaaceh.com, Kamis (30/3/2023). Ia menyebutkan, selama bulan puasa gas non subsidi hanya mampu mereka jual sebanyak 100 tabung per hari. Sedangkan di hari biasa penjualan mencapai 300 tabung.

“Per hari ini kami menjual 100 – 200 tabung gas LPG non subsidi. Sedangkan di hari biasa bisa mencapai 300-400 tabung,” sebutnya.

Gas LPG non subsidi ini, disalurkan ke tiga daerah di antaranya Banda Aceh, Sabang, dan Sigli. Sampai saat ini, lanjut Safura, stok gas LPG non subsidi di Banda Aceh aman dan melimpah.

“Pembelinya berkurang, jadi stoknya akan selalu ada,” katanya.

Safura menambahkan, menurunnya minat beli masyarakat bukan dipengaruhi karena momen puasa saja, tetapi akibat adanya kenaikan harga tabung gas non subsidi pada Juli 2022.

“Dari situ sebenernya penjualannya terus menurun,” ungkapnya.

Sementara untuk harga jual, masih terbilang normal tidak ada perubahan. Gas LPG non subsidi berukuran 12 kilogram seharga Rp215.000, gas ukuran 5,5 kilogram dijual Rp105.000. Sedangkan gas ukuran 50 kilogram berkisar antara Rp800.000 – Rp1.200.000 dan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram seharga Rp18.000.

“Kalo subsidi penyaluran kita hanya ke Sabang, tidak untuk Banda Aceh dan sekitarnya,” jelasnya.

Di samping itu ia menambahkan, khusus untuk stok gas LPG subsidi, PT Pertamina memberikan kuota tambahan ke pangkalan sebanyak 1.120 tabung selama bulan puasa dan lebaran tahun 2023. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER