Aceh Tamiang (Waspada Aceh) – Laznas AQL Peduli menyalurkan bantuan berupa ribuan eksemplar buku Iqro kepada anak-anak TK Al-Ikhlas di Desa Tanah Terban, Kabupaten Aceh Tamiang, pada Senin (5/1/2026).
Bantuan ini diberikan sebagai bentuk kepedulian Laznas AQL Peduli atas kondisi sekolah yang masih terendam lumpur akibat banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025, sehingga aktivitas belajar mengajar belum dapat kembali dilakukan di ruang kelas yang biasa.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Tamiang, banjir yang disebabkan oleh meluapnya Sungai Aceh Tamiang telah menggenangi lebih dari 30 desa di lima kecamatan, termasuk Desa Tanah Terban.
Ketinggian lumpur yang menutupi area sekolah mencapai 20 hingga 50 sentimeter, dengan sebagian fasilitas pendidikan seperti meja belajar, rak buku, dan perlengkapan sekolah lainnya mengalami kerusakan parah akibat terendam air dan lumpur selama lebih dari seminggu.
Kepala Sekolah TK Al-Ikhlas, Salma, mengatakan bahwa meskipun proses belajar telah resmi dimulai sesuai jadwal tahun ajaran baru, kondisi fisik gedung sekolah belum memungkinkan untuk digunakan secara optimal.
“Sekolah sudah mulai masuk sesuai jadwal yang ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang, tapi kondisi sekolah masih terendam lumpur terutama di bagian halaman depan dan ruang kelas bawah,” ujar Salma saat ditemui di lokasi posko belajar.
Dia mengatakan, saat ini mereka masih melakukan proses pembersihan secara bertahap dengan bantuan sukarelawan dan masyarakat sekitar.
Menurut Salma, terdapat sekitar 60 murid TK Al-Ikhlas yang terdampak langsung akibat bencana banjir tersebut, dengan sebagian besar orang tua siswa juga mengalami kerusakan pada tempat tinggal dan mata pencaharian.
“Sebanyak 60 murid terdiri dari kelompok bermain dan kelompok A dan B. Hampir separuh dari mereka harus tinggal bersama keluarga di pengungsian sementara sebelum akhirnya dapat kembali ke rumah masing-masing yang telah diperbaiki,” tambahnya.
Akibat kondisi tersebut, kegiatan belajar mengajar sementara dialihkan ke area posko kemanusiaan yang telah disiapkan oleh Laznas AQL Peduli.
Ihsan, koordinator tim lapangan Laznas AQL Peduli di Aceh Tamiang, menjelaskan bahwa para murid dan guru saat ini di Masjid Al-Ikhlas sebagai tempat belajar sementara, yang telah dilengkapi dengan tenda darurat, meja belajar sementara, dan sumber daya listrik darurat.
“Untuk sementara, murid-murid dialihkan belajar dan mengajar di area posko, yaitu Posko Laznas AQL Peduli di Masjid Al-Ikhlas,” katanya.
Ihsan menyebut, mereka memilih lokasi ini karena strategis dan dapat menampung seluruh murid serta guru dengan aman dan nyaman. Selain itu, masjid juga menjadi pusat kegiatan masyarakat yang memudahkan akses bagi orang tua siswa.
Salah satu guru TK Al-Ikhlas, Ainun, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan buku Iqro yang disalurkan oleh Laznas AQL Peduli. Menurutnya, hampir seluruh buku Iqro milik anak-anak rusak tidak dapat digunakan lagi karena terendam lumpur saat banjir melanda, sehingga kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur’an dan pendidikan agama harus dihentikan sementara waktu.
“Alhamdulillah, terima kasih telah menyalurkan Iqro kepada anak-anak. Karena hampir semua Iqro mereka terendam lumpur dan tidak bisa digunakan lagi,” ujar Ainun.

Menurut Ainun, banyak anak-anak yang merasa sedih karena tidak bisa melanjutkan pembelajaran membaca seperti biasanya. “Dengan adanya buku Iqro baru ini, kami bisa segera melanjutkan kegiatan pembelajaran agama yang sangat penting bagi anak-anak usia dini,” ujar Ainun dengan suara terbata, penuh haru.
Ainun juga menyampaikan bahwa selain buku Iqro, saat ini anak-anak masih membutuhkan perlengkapan belajar lainnya seperti buku tulis, pensil warna, buku gambar, dan alat permainan edukatif untuk menunjang kegiatan belajar di posko.
“Kegiatan belajar di posko membutuhkan variasi agar anak-anak tetap semangat belajar meskipun tidak di ruang kelas biasa. Perlengkapan belajar yang menarik akan membantu meningkatkan fokus dan minat belajar mereka,” jelasnya.
Lathiful Hakim selaku tim media Laznas AQL Peduli menyampaikan bahwa bantuan buku Iqro merupakan bagian dari program “Pendidikan Tak Terhenti” yang diluncurkan oleh lembaga ini untuk mendukung hak pendidikan anak-anak korban bencana.
Menurutnya, program ini tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan buku pelajaran, tetapi juga akan meliputi pendampingan guru dan penyediaan fasilitas belajar yang memadai selama masa pemulihan sekolah.
Dia menambahkan, Laznas AQL Peduli akan terus hadir mendampingi masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan darurat seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan, tetapi juga memastikan proses belajar anak-anak tetap berjalan meski dalam keterbatasan.
“Kami juga sedang bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tamiang untuk melakukan asesmen kerusakan pada fasilitas sekolah dan merencanakan bantuan perbaikan gedung serta perlengkapan pendidikan yang lebih komprehensif,” ujar Lathiful Hakim.
Selain TK Al-Ikhlas, Laznas AQL Peduli juga telah menyebarkan bantuan pendidikan ke tiga sekolah dasar dan satu sekolah menengah pertama lainnya yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang, dengan total bantuan yang diberikan mencapai lebih dari 5.000 eksemplar buku pelajaran dan perlengkapan sekolah.
Saat ini, proses pembersihan lumpur di TK Al-Ikhlas masih berlangsung dan diperkirakan akan selesai dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan.
Setelah itu, pihak sekolah akan melakukan evaluasi ulang terhadap kondisi gedung dan fasilitas sebelum memutuskan untuk kembali melakukan kegiatan belajar di ruang kelas yang sesungguhnya. (*)



