Kamis, April 18, 2024
Google search engine
BerandaSekda Nasjuddin: Aceh Selatan Krisis Ulama

Sekda Nasjuddin: Aceh Selatan Krisis Ulama

Tapaktuan (Waspada Aceh) – Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Selatan, H. Nasjuddin, mengatakan sekarang ini Aceh Selatan sedang mengalami krisis ulama, karena banyak ulama telah wafat namun belum tergantikan.

“Bahkan masih ditemukan desa yang tidak memiliki imam kredibel. Hal itu dikarenakan masih minimnya pengkaderan terhadap ulama serta menurunnya minat generasi penerus,” kata Sekda, Nasjuddin, saat membuka kegiatan Pendidikan Kader Ulama (PKU) tahun 2019 di Tapaktuan, Kamis (4/4/2019).

Padahal, kehadiran ulama sangat diperlukan sebagai benteng membendung efek negatif arus globalisasi yang menyerang generasi muda. Fakta kekinian, era modernisasi yang sangat bertentangan dengan kontek keislaman yang hakiki dan banyak generasi penerus salah menafsirkan gaya hidup bebas tanpa batas.

Karenanya, sambung Sekda, pantas diapresiasi langkah MPU Aceh Selatan berinisiasi melaksanakan kegiatan PKU yang dimulai hari ini. Sedikitnya 22 orang perwakilan 18 kecamatan dalam Kabupaten Aceh Selatan mengikuti PKU tahun 2019 tersebut.

“Hasil kaderisasi ini diharapkan dapat meneruskan nilai-nilai kebaikan yang telah diwariskan para ulama terdahulu sesuai ajaran dan tuntunan Rasulullah SAW, serta mengimplementasikannya di tengah-tengah masyarakat yang bernuasa Islami,” tandanya.

Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Selatan, T. Masrizar, mengatakan, secara keseluruhan kegiatan PKU ini berlangsung selama 24 hari.
Metode pendidikan itu dibagi dua, yaitu dalam dan luar kelas (observasi lapangan).

Menurut mantan Camat Trumon Timur ini, materi yang diajarkan antara lain, Fiqih Muqaran, Usul Fiqh, Ilmu Ahlak dan Tasauf, Ilmu Faraid dan lainnya. Sedangkan observasi lapangan melakukan kunjungan terhadap pesantren yang telah maju.

“Mareka akan belajar sistem management pengelolalan dayah yang kemudian diadopsi untuk dikembangkan di daerah masing-masing peserta. Materi yang diberikan oleh para narasumber dari dalam dan luar Aceh Selatan,” kata Masrizal yang juga ketua panitia kegiatan.

Sementara itu, Ketua MPU Aceh Selatan, H.T. Armia Ahmad menyampaikan kehilangan ulama dapat diibaratkan kehilangan suluh bagi ummat.

Kata dia, PKU yang dilaksanakan ini guna mencetak kader-kader ulama yang mampu berkontribusi positif terhadap dunia Islam. “Untuk itu kami berharap peserta dapat serius dalam berproses di kegiatan ini,” pintanya. (Faisal)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER