BerandaAcehSaluran Sepanjang 400 Meter Diperbaiki, Air Hujan Tak Lagi Ancam Rumah Warga...

Saluran Sepanjang 400 Meter Diperbaiki, Air Hujan Tak Lagi Ancam Rumah Warga Cot Trieng

Warga tak lagi menatap langit dengan cemas setiap kali awan mendung datang. Kini sebuah saluran yang mengalir lancar, ternyata mampu membawa ketenangan bagi ratusan keluarga yang tinggal di tepiannya.

Lhokseumawe (Waspada Aceh) – Pekerjaan revitalisasi saluran air di Gampong Cot Trieng, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe, terus berjalan. Pembangunan yang bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) ini kini mulai terasa manfaatnya: air hujan yang dulu kerap membawa lumpur dan kotoran masuk ke pemukiman warga, kini mengalir lancar melalui saluran yang telah dibenahi.

Camat Muara Satu, Mustazir, menyambut baik pelaksanaan revitalisasi saluran air di Gampong Cot Trieng. Menurutnya, pembangunan yang bersumber dari dana Transfer ke Daerah (TKD) ini diharapkan dapat mengatasi persoalan limpasan air hujan yang selama ini mengganggu pemukiman warga.

“Kita harapkan, meskipun kita tidak mengharapkan banjir, air hujan yang mengalir ini menjadi tidak tersumbat dan dapat langsung ke saluran besar,” ujar Mustazir saat meninjau lokasi pekerjaan, Selasa (20/10/2026).

Ia menegaskan bahwa saluran lama di kawasan itu belum berkonstruksi beton sehingga mudah rusak dan tertutup sedimen saat banjir melanda akhir November 2025. Karena itu, ia mendorong pemerintah gampong maupun pemerintah kota untuk melengkapi jaringan saluran tersier melalui sumber pendanaan APBG (Anggaran Pendapatan dan Belanja Gampong) maupun APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah), agar manfaat saluran utama ini terhubung menyeluruh.

Camat Muara Satu, Lhokseumawe, Mustazir, menyambut baik pelaksanaan revitalisasi
saluran air di Gampong Cot Trieng. (Foto: Tim Media Satgas PRR)

“Jangan sampai saluran ini terputus, hanya menjadi proyek yang tidak bernilai manfaat,” tegasnya.

Mustazir juga mengingatkan masyarakat untuk turut menjaga keberlanjutan fungsi saluran dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Sebelumnya, setiap kali hujan turun dengan deras, air beserta endapan tanah dan sampah meluap dari saluran yang tertutup sedimen, lalu masuk ke rumah-rumah warga yang berada di bagian turunan jalan. Warga terpaksa sibuk membersihkan lumpur yang tertinggal saat cuaca membaik. Kini, kekhawatiran itu perlahan menghilang.

“Rumah kami di sekitar pinggir jalan itu, airnya tidak lagi mengalir ke rumah. Airnya mengalir terus karena sudah ada saluran yang dibuat,” ujar Rivalza, warga Cot Trieng, Selasa (20/10/2026).

“Alhamdulillah, sangat membantu, Bang,” tambahnya dengan lega.

Keuchik Cot Trieng, Marzuky, juga menyebutkan saluran tersebut sempat tertutup lumpur akibat peristiwa banjir dan tanah longsor pada akhir November 2025. Sebelum penanganan, setiap hujan turun, endapan lumpur ikut terbawa masuk ke pemukiman.

“Jika tidak ada bantuan ini, masyarakat selalu kewalahan membersihkan rumah setiap turun hujan,” katanya.

Pekerjaan ini menargetkan penanganan saluran sepanjang lebih dari 400 meter, mendekati 500 meter. Selain mengembalikan fungsi drainase, pekerjaan ini juga membuka peluang ekonomi warga setempat melalui penyerapan tenaga kerja lokal.

“Sangat menguntungkan. Tenaga kerja lokal juga tertampung, sehingga dapat meningkatkan ekonomi warga,” ungkap Marzuky.

Camat Mustazir juga mengingatkan warga untuk ikut berperan aktif menjaga keberlanjutan fungsi saluran. Sementara Marzuky berharap perhatian pemerintah terhadap Cot Trieng terus berlanjut, mencakup pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan revitalisasi saluran lingkungan Cot Trieng Satu Lhokseumawe masih terus berjalan
untuk melindungi rumah warga dari genangan air saat hujan deras.
(Foto: Tim Media Satgas PRR)

Meski pekerjaan belum selesai sepenuhnya, udara di Cot Trieng kini terasa lebih bersih. Warga tak lagi menatap langit dengan cemas setiap kali awan mendung datang. Kini sebuah saluran yang mengalir lancar, ternyata mampu membawa ketenangan bagi ratusan keluarga yang tinggal di tepiannya.

Pemulihan saluran air di Cot Trieng merupakan bagian dari Rencana Induk Percepatan (Rendup) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera 2026–2028. Data pada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Aceh mencatat, alokasi dana TKD Tambahan (dana tambahan dari pemerintah pusat yang disalurkan ke APBD) bagi Pemerintah Aceh dan 23 kabupaten/kota mencapai Rp3,156 triliun, dengan realisasi belanja per 16 Oktober 2026 sebesar Rp689,34 miliar atau sekitar 35,15 persen dari alokasi awal sebelum tambahan KMK.

Berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah, Kementerian Dalam Negeri, per 16 Oktober 2026, jumlah tersebut mencakup penyesuaian Transfer ke Daerah (TKD), tambahan Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA), bantuan keuangan, serta tambahan alokasi melalui KMK Nomor 198 Tahun 2026.

Kepala Satgas PRR Aceh, Safrizal ZA, menyebutkan, pemulihan jaringan pembuangan air diarahkan berlangsung secara berjenjang dan berkelanjutan. Dalam penataan kembali permukiman, drainase ditempatkan bersama infrastruktur dasar lainnya agar perbaikan kawasan dapat berjalan lebih optimal. Penanganannya juga dihubungkan dengan normalisasi sungai dan perbaikan tanggul sebagai bagian dari pengendalian banjir terpadu.

Pemulihan saluran air dan sungai di Aceh berdasarkan catatan laporan Satgas Nasional Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) per 19 Oktober 2026, sejumlah saluran perkotaan telah selesai dibersihkan dari sedimen lumpur. Satgas PRR menekankan pembagian kewenangan pengelolaan infrastruktur serta perlunya memasukkan operasi dan pemeliharaan sejak tahap perencanaan, pembangunan, hingga rekonstruksi. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER