Tel Aviv (Waspada Aceh) – Militer Israel mengakui bahwa sebuah rudal yang berasal dari Iran menghantam kota Dimona, wilayah selatan Israel yang dikenal sebagai lokasi fasilitas nuklir, pada Sabtu (21/3/2026). Insiden ini dilaporkan mengakibatkan 39 orang terluka.
Dikutip dari kantor berita AFP, militer Israel menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan “sebuah serangan rudal langsung terhadap sebuah bangunan.”
Kota Dimona memiliki fasilitas yang terletak di luar area pusat kota, yang secara luas diyakini sebagai satu-satunya gudang senjata nuklir di Timur Tengah. Namun, Israel selama ini mempertahankan kebijakan yang ambigu mengenai program nuklirnya, dan hanya menyatakan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir di Dimona berfokus pada kegiatan penelitian.
Petugas tanggap darurat dari organisasi Magen David Adom, yang setara dengan Palang Merah di Israel, segera dikerahkan ke lokasi kejadian. Tim mereka merawat 39 orang di sejumlah titik terdampak serangan.
Kondisi para korban belum diumumkan secara rinci. Organisasi ini juga merilis video yang menunjukkan sebuah bangunan tempat tinggal di kota tersebut sedang terbakar akibat serangan Iran itu.
“Ada kerusakan parah dan kekacauan di lokasi kejadian,” ujar paramedis Karmel Cohen dalam pernyataan resminya.
Gambar yang dibagikan oleh media Israel juga memperlihatkan sebuah benda yang meluncur dari langit dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya menghantam kota Dimona.
Sementara itu, polisi Israel merilis foto-foto yang menunjukkan petugas sedang berada di sekitar sebuah gedung yang memiliki lubang besar di dindingnya akibat hantaman rudal.
Terkait serangan Iran ini, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu berjanji akan terus menyerang Iran.
“Ini malam yang sangat sulit dalam pertempuran untuk masa depan kita,” kata Netanyahu dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP, Minggu (22/3/2026) waktu setempat.
Di sisi lain, sebelumnya militer Israel juga mengumumkan bahwa pasukannya melakukan serangan ke Teheran, Iran. Serangan tersebut menargetkan fasilitas produksi rudal balistik milik Garda Revolusi Iran.
Menurut laporan, serangan Israel menghantam kompleks Garda Pusat, fasilitas produksi komponen rudal, serta sebuah kompleks terpisah yang dimiliki oleh Kementerian Pertahanan Iran.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Iran mengenai serangan rudal ke Dimona maupun tanggapan terkait serangan yang dilakukan oleh Israel. Situasi di kedua wilayah masih terus dipantau, dan kekhawatiran akan eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah. (*)



