Jumat, April 4, 2025
spot_img
BerandaAcehRefleksi Sumpah Pemuda, YouthID: Saatnya Pemuda Aceh Rebut Peran Strategis dalam Pembangunan

Refleksi Sumpah Pemuda, YouthID: Saatnya Pemuda Aceh Rebut Peran Strategis dalam Pembangunan

Banda Aceh (Waspada Aceh) – Direktur Eksekutif YouthID, Fitrah Ar-Rasyidi, menegaskan pentingnya peran pemuda dalam pembangunan, pemuda harus menjadi aktor utama dalam pembangunan, bukan sekadar objek tokenisme.

“Sudah saatnya orang muda merebut agenda pembangunan. Pelibatan orang muda tidak cukup dalam ruang hening sebagai objek tokenisme, perlu diaktualisasikan dalam berbagai aksi kolektif serta wujud regulasi yang mendukung keberadaan orang muda sebagai aktor pembangunan,” ujarnya dalam peringatan Sumpah Pemuda ke-96, Senin (28/10/2024).

YouthID, organisasi yang menaungi isu kepemudaan di Aceh, menyerukan refleksi terhadap peran strategis generasi muda dalam pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan. Peringatan ini menjadi pengingat untuk mengukuhkan komitmen dan kontribusi pemuda dalam menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Aceh dan Indonesia.

Didirikan pada tahun 2020 sebagai respons terhadap pandemi COVID-19, YouthID telah menjadi lembaga payung yang menampung aspirasi dan aksi pemuda di Aceh. Dengan misi mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan hingga 2030, YouthID aktif mendorong partisipasi pemuda dalam berbagai isu, mulai dari kesehatan, perdamaian, dan keamanan, hingga teknologi dan lingkungan.

Dalam satu tahun terakhir, YouthID fokus pada program strategis, seperti Youth4Health Impact bersama Ate Fulawan, yang mengawal partisipasi remaja, serta penyusunan Qanun Aceh terkait Hak Penyandang Disabilitas dan peraturan partisipasi masyarakat. Organisasi ini juga terlibat dalam isu penting lainnya, seperti Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) dan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Panjang dan Menengah Aceh (RPJMA).

Melihat ke depan, YouthID bersiap menyusun panduan teknis untuk pelibatan pemuda secara bermakna, memastikan kepemimpinan Gubernur Aceh yang baru mendukung penyusunan Rencana Aksi Daerah (RAD) Pemuda. YouthID berharap keterlibatan pemuda dapat terasa lebih signifikan dalam proses pengambilan keputusan yang berdampak langsung pada kehidupan mereka.

Founder YouthID, Bayu Satria, menambahkan bahwa kehadiran YouthID merupakan bentuk kesadaran akan pentingnya pemuda dalam pembangunan demokrasi yang inklusif. “Kami mengawal pembangunan dengan dukungan 80 komunitas dan lebih dari 5.000 pemuda di 23 kabupaten/kota se-Aceh. Harapannya, pemimpin Aceh ke depan dapat melihat pemuda sebagai Mitra Pembangunan Setara,” ungkapnya.

Amrina Habibi, Pengawas YouthID, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemuda dan pemerintah. Ia menyebut kerja sama dengan pemuda sebagai kesempatan penuh inspirasi dengan ide-ide segar yang relevan dengan pembangunan di Aceh. “Praktik baik yang telah dilakukan YouthID dapat menjadi model menuju pembangunan yang lebih baik dan inklusif, menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

YouthID kini mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung peran aktif pemuda dalam setiap aspek pembangunan demi cita-cita bersama menuju Indonesia Emas 2045. Melalui refleksi empat tahun perjalanan YouthID, organisasi ini berharap praktik-praktik baik mereka dapat menjadi model bagi pembangunan yang lebih inklusif dan representatif di masa depan. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER