Jumat, Januari 16, 2026
spot_img
BerandaAcehRangkul Alumni Timur Tengah, Laznas AQL Peduli Sukseskan Program Pemulihan Pascabencana Berbasis...

Rangkul Alumni Timur Tengah, Laznas AQL Peduli Sukseskan Program Pemulihan Pascabencana Berbasis Masjid

Aceh Tamiang (Waspada Aceh) – Upaya memperkuat silaturahim dan sinergi antar elemen masyarakat terus digenjot untuk mempercepat proses penanganan dan pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh.

Dalam rangka ini, Pembina Laznas AQL Peduli sekaligus Ketua Umum Jalinan Alumni Timur Tengah Indonesia (JATTI), KH Bachtiar Nasir (Ustad Bachtiar Nasir atau akrab disapa UBN), mengunjungi berturut-turut empat kabupaten/kota di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, yakni Aceh Tamiang, Aceh Timur, Langsa dan Langkat, untuk menjalin pertemuan dengan para Alumni Timur Tengah yang berdomisili di daerah tersebut.

Kegiatan yang berlangsung pada Kamis (15/1/2026) ini tidak hanya bertujuan untuk mempererat tali silaturahim, tetapi juga sebagai bagian dari upaya pemantauan langsung terhadap sejumlah posko bantuan kemanusian yang telah dibangun oleh Laznas AQL Peduli.

Program utama yang menjadi fokus perhatian adalah Program Pemulihan Pascabencana Berbasis Masjid, yang dirancang untuk mengoptimalkan peran masjid sebagai pusat aktivitas sosial, spiritual, dan penanggulangan bencana bagi masyarakat lokal.

“Sekarang saya bersilaturahmi dengan para alumni Timur Tengah yang ada di Aceh Tamiang, Langkat dan Langsa. Saya berpikir, dengan adanya jalinan silaturahmi ini, akan menambah energi menjadi lebih besar,” ujar UBN dalam pertemuan dengan para alumni di Aceh Tamiang.

Menurutnya, kolaborasi dengan elemen yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman di kawasan Timur Tengah sangat penting, mengingat banyaknya pelajaran berharga tentang penanggulangan bencana dan pemulihan komunitas yang dapat diambil dari negara-negara di wilayah tersebut.

Selama kunjungan, UBN juga memiliki kesempatan untuk bertemu langsung dengan salah satu tokoh alumni dan penggiat dakwah lokal, Ustad Marwan.

“Alhamdulillah, kami bersilaturahmi dengan Ustad Marwan, saya belum pernah bertemu. Semoga pertemuan ini memperkuat silaturahmi kita, dan sama-sama membangun sinergitas demi pemulihan pascabencana Aceh,” katanya. UBN menyampaikan harapannya terhadap kerja sama yang akan datang.

Suasana pertemuan yang hangat dan akrab membuat UBN merasa seperti berada di lingkungan keluarga sendiri. Menurutnya, kedekatan yang terjalin dalam pertemuan tersebut menjadi sumber energi baru untuk menggairahkan berbagai program dakwah dan pembangunan masyarakat.

UBN merasa mendapatkan energi besar dalam silaturahmi ini, sebab ia bertemu dengan alumni Timur Tengah yang ada di Aceh Tamiang dan para penggiat dakwah lainnya.

“Saya merasa diringankan dalam menggairahkan dakwah di sini, kedepannya saya pikir sudah perlu lagi mendatangkan bantuan-bantuan yang lebih banyak lagi untuk mendukung dakwah dan program pemulihan di Aceh,” jelasnya.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Aceh, wilayah ini termasuk salah satu daerah di Indonesia yang rawan berbagai jenis bencana, seperti banjir, tanah longsor, gelombang pasang, serta gempa bumi skala kecil hingga menengah. Kondisi geografis yang berada di jalur pertemuan lempeng tektonik dan wilayah pesisir membuat upaya pemulihan pascabencana perlu dirancang secara komprehensif dan berkelanjutan.

Dalam konteks tersebut, Program Pemulihan Pascabencana Berbasis Masjid yang digagas Laznas AQL Peduli memiliki konsep yang berbeda dengan program pemulihan konvensional.

Masjid tidak hanya difungsikan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat koordinasi bantuan, lokasi penyimpanan barang bantuan darurat, tempat untuk pelatihan mitigasi bencana bagi masyarakat, serta sarana untuk pemulihan spiritual dan psikologis korban bencana.

“Kami melihat bahwa masjid memiliki peran sentral dalam kehidupan masyarakat Aceh. Melalui program ini, kami ingin menggerakkan potensi masjid untuk menjadi ujung tombak dalam penanggulangan dan pemulihan pascabencana,” jelas seorang petugas pelaksana program dari Laznas AQL Peduli yang tidak ingin disebutkan namanya.

Menurutnya, hingga saat ini telah ada lebih dari 20 masjid di berbagai kabupaten di Aceh yang menjadi bagian dari program ini, dengan target akan menjangkau minimal 50 masjid pada akhir tahun 2026.

Selain itu, keberadaan alumni Timur Tengah di berbagai daerah di Aceh diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam hal pembagian pengetahuan tentang teknologi dan metode penanggulangan bencana yang telah terbukti efektif di negara asal mereka.

Beberapa alumni yang hadir dalam pertemuan juga menyampaikan komitmen mereka untuk turut serta dalam pelaksanaan program ini.

“Saya sendiri pernah belajar di Yordania dan melihat bagaimana negara tersebut mengelola pemulihan pascabencana dengan melibatkan lembaga agama. Saya siap berbagi pengalaman dan membantu dalam penyusunan rencana kerja untuk daerah saya,” ujar salah satu alumni yang tinggal di Langsa.

Di akhir kunjungan, UBN menegaskan bahwa pemulihan pascabencana tidak hanya sebatas pada perbaikan infrastruktur fisik, tetapi juga perlu fokus pada penguatan aspek spiritual, moral, dan mental masyarakat. Hal ini menjadi kunci utama agar dampak sosial dan ekonomi yang dihasilkan dari program pemulihan dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Maka dengan ini kami mengajak para alumni Timur Tengah di Aceh untuk sama-sama bergerak melaksanakan pemulihan pascabencana berbasis masjid, dengan begitu kekuatan spiritual, moral dan mental masyarakatnya akan menghadirkan kebaikan kepada kehidupan sosial dan ekonomi di masa depan,” tutup UBN dengan penuh semangat. (*)

BERITA TERKINI
- Advertisment -
Google search engine

BERITA POPULER